|
Perum Pegadaian akan mengubah bentuk badan usaha menjadi
perseroan terbatas (PT) seiring niat BUMN itu melakukan penawaran saham
publik perdana (initial public offering) pada 2007.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dan
meningkatkan daya saing.
Direktur Utama Perum Pegadaian Deddy Kusdedi menilai agar mampu
berkembang, BUMN tersebut tidak bisa hanya bertumpu pada pendanaan dari
pemerintah .
"Apalagi pada 2007 akan banyak badan gadai swasta berdiri, kami harus
mampu bersaing," ujar dia di sela-sela peringatan HUT Pegadaian ke 105
di Bogor, kemarin.
Deddy menambahkan, niat tersebut disambut positif oleh Menteri Negara
BUMN Sugiharto
Ia menjelaskan pada 2006 Perum Pegadaian berencana menambah pendanaan
hingga Rp1,65 triliun untuk ekspansi usaha. Sumber pendanaan itu antara
lain, melalui penerbitan obligasi Rp500 miliar pada Mei mendatang.
Deddy menjelaskan, berbagai pihak telah menyatakan siap memborong
obligasi berjangka waktu delapan tahun tersebut, dengan bunga sekitar
13%-13,5%.
Perum Pegadaian juga memperoleh tambahan modal kerja sindikasi Rp500
miliar yang telah disetujui sejumlah bank, yaitu Bank Mandiri, Bank
Rakyat Indonesia (BRI), Bank Bukopin, Bank Mega, dan Bank Niaga.
Upaya lainnya, BUMN itu juga mengajukan tambahan Surat Utang Pemerintah
(SUP) sebesar Rp650 miliar. Ia menargetkan, Perum Pegadaian mampu
membukukan asset Rp5,5 triliun pada akhir 2006
Menurut Deddy, permodalan tersebut akan difokuskan untuk ekspansi
sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diperkirakan mencapai
Rp1 triliun, meningkat dari pencapaian 2005 sebesar Rp750 miliar.
Ia menargetkan omzet pinjaman mampu meningkat dari Rp14,1 triliun pada
2005, menjadi Rp16 triliun pada 2006, sementara target laba bersih
sebesar Rp224 miliar, turun dari perolehan 2005 sebesar Rp229 miliar.
"Ini karena pada 2006 situasi perekonomian belum kondusif dan tingginya
suku bunga masih menjadi faktor penghambat pertumbuhan."
Laporan keuangan 2005 menunjukkan, aset Pegadaian meningkat 39,14%
menjadi Rp4,83 triliun dan ekuitias meningkat 23,87% mencapai Rp867
miliar.
|