|
Tingkat inflasi di Indonesia pada Maret kemungkinan akan
turun pada tingkat terendah selama enam bulan terakhir karena turunnya
harga beras.
Penurunan tingkat inflasi memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk
mempertahankan suku bunga.
Para analis memperkirakan tingkat inflasi year on year (yoy)
kemungkinan akan turun menjadi 16,1% pada bulan Maret, turun dari dari
17,9% bulan Februari. Badan Pusat Statistik akan akan mengumumkan
laporan mengenai inflasi hari ini.
Bank Dunia pada akhir pekan lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia kemungkinan mengalami penurunan tahun ini, pertama dalam lima
tahun terakhir, karena rendahnya tingkat investasi swasta.
Turunnya pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi menjadi alasan utama
bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pada posisi saat ini
sebesar 12,75%. Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah dan anggota
dewan gubernur lainnya akan mengadakan pertemuan untuk menentukan suku
bunga pada 6 April.
"Pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan," ujar Kahlil Rowter, kepala
ekonom pada Mandiri Sekuritas seraya menambahkan tren yang terjadi
menunjukkan permintaan akan turun. Penjualan semen, mobil dan BBM
menunjukkan penurunan. "Itu semua menunjukkan pertumbuhan ekonomi akan
melemah."
Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9% pada kuartal
keempat tahun lalu, pertumbuhan terendah selama 6 kuartal terakhir.
Sebagian besar GDP Indonesia atau 70% disumbangkan oleh konsumsi
masyarakat sedang sisanya oleh investasi dan ekspor.
Bank Dunia memerkirakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan sedikit
turun menjadi 5,5% tahun ini dari 5,6% tahun lalu.
Sebelumnya pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi untuk tahun
ini dari 6,2% menjadi 5,9% karena kekhawatiran penurunan ekspor dan
investasi.
Tingginya inflasi akan memperkecil laba perusahaan seperti Indosat
karena konsumen akan mengurangi belanja. "Kita akan sedikit menderita
paling tidak hingga kuartal kedua," ujar presiden direktur Indosat
Hasnul Suhaimi.
Indonesia telah menaikkan suku bunga sebanyak 6 kali sejak Juli lalu
untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Nilai
tukar rupiah telah mengalami kenaikan 7,9% sepanjang tahun ini yang
menjadikannya sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di dunia.
Analis memperkirakan inflasi inti yaitu tingkat inflasi di luar makanan
kemungkinan akan turun menjadi 9,8% (yoy) pada Maret dari 10,2%
Februari.
Inflasi Maret diperkirakan naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut lebih rendah dibanding kenaikan inflasi pada Februari
sebesar 0,6%.
"Harga beras mengalami penurunan secara perlahan namun pasti dan hal
tersebut membantu menurunkan tingkat inflasi," ujar Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati. Pemerintah menargetkan tingkat inflasi tidak
melebihi 9% tahun ini.
Analis juga memperkirakan ekspor Indonesia akan meningkat 20% pada
Februari setelah mengalami peningkatan sebesar 22,5% pada Januari.
Sementara nilai impor Februari diperkirakan akan naik 4% setelah
mengalami kenaikan 3,6% pada Januari.
|