Index

 11 April 2006

 
Excelcomindo pertimbangkan bundling 3G   
Bisnis

PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) akan mempertimbangkan memaket ponsel yang akan disediakan untuk melengkapi layanan seluler generasi ketiga (3G) kepada pelanggan.

Perusahaan itu menganggarkan US$40 juta hingga US$80 juta untuk membangun jaringan 3G guna memenuhi lisensi modern yang akan ditetapkan pemerintah pertengahan Mei.

Paul Nicanor Vijungco Santiago III, Marketing Director XL mengatakan terkait dengan akses 3G dibutuhkan penggunaan perangkat 3G yang baik dan itu menjadi hal mendasar dan berkaitan erat dengan pendekatan pemasaran XL.

Pihaknya akan mempertimbangan bila pasarnya baik untuk membidik konsumen maupun korporasi. Manfaat nyata dari ponsel 3G adalah kemampuannya mendukung transmisi data berkecepatan tinggi.

Nicanor menjelaskan berdasarkan peta produksi ponsel dari kalangan vendor 80% ponsel 3G akan siap dipasarkan dan harganya sebagian besar berkisar US$200 per unit. Namun, harga akan tergantung juga pada kualitasnya dan keterjangkauannya khususnya di pasar Indonesia.

Dia menandaskan kesuksesan operator terbesar dunia, Vodafone, dalam menggelar layanannya adalah kemitraan dengan manufaktur handset. Berdasarkan peluang itu, posisi XL akan lebih kuat, karena tidak hanya akan bekerja sama dengan vendor ponsel 3G tetapi juga dengan Vodafone.

Meskipun demikian, XL tetap akan mempertimbangkan kapitalisasi dan keuntungan dari kedua belah pihak dalam bermitra dengan para vendor handset yang akan digunakan.

Siapkan US$40 juta

Sementara itu, M. Danny Buldansyah, Direktur Layanan Jaringan XL, mengatakan dari total belanja modal tahun ini sebesar US$500 juta maka anggaran untuk membangun 3G adalah sekitar US$40 juta hingga US$80 juta.

"Anggaran 3G sebesar itu pun masih akan disinergikan dengan pembangunan perangkat dan layanan 2G," ujarnya dalam kunjungan ke Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurut Direktur Corporate Affair XL Rudiantara, kecilnya alokasi untuk 3G adalah karena perusahaannya tidak perlu berinvestasi terlalu besar mengingat XL telah memiliki jaringan tulang punggung berupa serat optik serta perangkat base transceiver station (BTS) yang sudah mencakup nasional.

"Operator 3G seperti kami dipastikan akan meminimalkan investasi guna menyediakan layanan 3G secara murah namun tetap berkualitas."

Dia mengakui lisensi 3G di Indonesia termasuk paling mahal di Asean, sehingga tantangannya adalah menurunkan biaya investasi.

Untuk memenuhi lisensi modern yang akan ditetapkan 60 hari kerja setelah penetapan pemenang 3G atau sekitar pertengahan Mei, maka XL berencana memasuki layanan di wilayah Papua tahun ini.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com