|
Rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan
obligasi Rp2,5 triliun yang sempat ditunda tahun lalu, bakal
dilanjutkan bulan depan. Dananya untuk membiayai pembangunan sejumlah
pembangkit listrik medio tahun ini.
PLN menunjuk tiga penjamin emisi yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT
Trimegah Sekuritas Tbk, dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
Indonesia (AAA).
Seorang eksekutif yang terlibat dalam transaksi ini mengatakan
penjualan surat berharga itu akan dilakukan pada pertengahan tahun ini.
"Tentunya dengan mempertimbangkan situasi pasar yang berlaku dan
tekanan suku bunga yang ada," ujarnya kemarin.
Direktur Keuangan PLN Parno Isworo membenarkan kelanjutan rencana
penerbitan obligasi tersebut.
"Saya belum dapat menjelaskan secara rinci, nanti bulan depan akan ada
paparan publik mengenai rencana penerbitan surat utang itu," katanya
ketika dikonfirmasi Bisnis kemarin.
Semula, PLN berencana menerbitkan obligasi Rp2,5 triliun tahun lalu.
Namun, akibat kenaikan tingkat bunga, BUMN itu sempat memangkas nilai
emisi obligasinya menjadi hanya Rp1,7 triliun. Namun, hingga Desember
tahun lalu, rencana itu belum terlaksana.
Dalam rencana penerbitan obligasi itu, PLN sempat mengundang lima
penjamin emisi lokal yang terdiri dari tiga dari perusahaan sekuritas
pemerintah dan swasta meliputi Danareksa Sekuritas, Bahana Securities,
Mandiri Sekuritas, Trimegah Securities, dan AAA Sekuritas.
"Kami tetap melanjutkan penerbitan obligasi dan akan kami lakukan tahun
ini," katanya.
Surat utang yang diterbitkan itu merupakan obligasi PLN yang kedelapan
dengan tenor di atas lima tahun.
Rencananya, hasil emisi obligasi ini dimanfaatkan PLN untuk investasi
baru setelah dilakukan pembiayaan kembali (refinancing) proyek PLTG
Muara Tawar.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengisyaratkan PLN
memerlukan sumber pendanaan di luar APBN untuk membangun pembangkit
listrik dengan total kapasitas 8.000 megawatt dalam waktu dua sampai
tiga tahun ini.
Dia mengatakan sumber pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik
harus diupayakan oleh korporasi tersebut.
"Soal pendanaan tentu akan ditentukan oleh korporat dan salah satu
alternatifnya adalah penerbitan obligasi. Yang jelas sistem
pendanaannya akan dipersiapkan oleh PLN," ujarnya belum lama ini.
Purnomo menuturkan PLN akan membangun sebagian besar pembangkit listrik
di Jawa yang mengalami pertumbuhan permintaan yang pesat.
"Kami juga harus mengganti bahan bakar pembangkit listrik dari
menggunakan minyak dengan bahan bakar lainnya. Namun, penggunaan
pembangkit dengan minyak tetap diperlukan ketika beban puncak
penggunaan listrik.".
|