Index

 13 April 2006

 
PLN lanjutkan emisi obligasi Rp2,5 triliun  
Bisnis

Rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan obligasi Rp2,5 triliun yang sempat ditunda tahun lalu, bakal dilanjutkan bulan depan. Dananya untuk membiayai pembangunan sejumlah pembangkit listrik medio tahun ini.

PLN menunjuk tiga penjamin emisi yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Tbk, dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas Indonesia (AAA).

Seorang eksekutif yang terlibat dalam transaksi ini mengatakan penjualan surat berharga itu akan dilakukan pada pertengahan tahun ini. "Tentunya dengan mempertimbangkan situasi pasar yang berlaku dan tekanan suku bunga yang ada," ujarnya kemarin.

Direktur Keuangan PLN Parno Isworo membenarkan kelanjutan rencana penerbitan obligasi tersebut.

"Saya belum dapat menjelaskan secara rinci, nanti bulan depan akan ada paparan publik mengenai rencana penerbitan surat utang itu," katanya ketika dikonfirmasi Bisnis kemarin.

Semula, PLN berencana menerbitkan obligasi Rp2,5 triliun tahun lalu. Namun, akibat kenaikan tingkat bunga, BUMN itu sempat memangkas nilai emisi obligasinya menjadi hanya Rp1,7 triliun. Namun, hingga Desember tahun lalu, rencana itu belum terlaksana.

Dalam rencana penerbitan obligasi itu, PLN sempat mengundang lima penjamin emisi lokal yang terdiri dari tiga dari perusahaan sekuritas pemerintah dan swasta meliputi Danareksa Sekuritas, Bahana Securities, Mandiri Sekuritas, Trimegah Securities, dan AAA Sekuritas.

"Kami tetap melanjutkan penerbitan obligasi dan akan kami lakukan tahun ini," katanya.

Surat utang yang diterbitkan itu merupakan obligasi PLN yang kedelapan dengan tenor di atas lima tahun.

Rencananya, hasil emisi obligasi ini dimanfaatkan PLN untuk investasi baru setelah dilakukan pembiayaan kembali (refinancing) proyek PLTG Muara Tawar.

Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengisyaratkan PLN memerlukan sumber pendanaan di luar APBN untuk membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas 8.000 megawatt dalam waktu dua sampai tiga tahun ini.

Dia mengatakan sumber pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik harus diupayakan oleh korporasi tersebut.

"Soal pendanaan tentu akan ditentukan oleh korporat dan salah satu alternatifnya adalah penerbitan obligasi. Yang jelas sistem pendanaannya akan dipersiapkan oleh PLN," ujarnya belum lama ini.

Purnomo menuturkan PLN akan membangun sebagian besar pembangkit listrik di Jawa yang mengalami pertumbuhan permintaan yang pesat.

"Kami juga harus mengganti bahan bakar pembangkit listrik dari menggunakan minyak dengan bahan bakar lainnya. Namun, penggunaan pembangkit dengan minyak tetap diperlukan ketika beban puncak penggunaan listrik.".

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com