Index

 15 April 2006

 
Investor Jepang tak tarik modal dari China  
Bisnis

Investor Jepang diyakini tidak akan menarik investasinya dari China menyusul ketegangan politik antara kedua negara kian menjadi sorotan.

Kuasa Usaha (Charge d'Affaires) Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Masafumi Kuroki menegaskan para pebisnis Jepang akan tetap menanamkan modalnya di China meskipun situasi politik kedua negara sedang memanas.

Isu kunjungan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi ke makam pahlawan Perang Dunia II Yasukuni telah menuai kecaman keras dari pemerintah China baru-baru ini.

"Mereka [pebisnis Jepang] akan terus berinvestasi tapi tidak semuanya akan difokuskan di China. Jadi strategi investasi mereka lebih kepada China plus beberapa negara lain," tutur Kuroki menjawab pertanyaan Bisnis pekan lalu.

Dia pun meyakinkan jumlah investasi Jepang di China tetap besar, tapi dia tidak menyebutkan rincian jumlahnya.

Direktur Divisi Asia-Pasifik Biro Kebijakan Perdagangan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Keita Nishiyama sebelumnya menegaskan adanya kemungkinan pebisnis Jepang mengalihkan investasinya dari China karena beberapa faktor.

Misalnya, strategi bisnis Jepang ke depannya yang tidak menempatkan investasi mereka di satu negara saja, China misalnya, dengan maksud untuk menghindari risiko bisnis yang tidak diinginkan.

Menurut dia, akan sangat aman jika dibuat keseimbangan dengan mengembangkan alternatif tujuan investasi lainnya. China juga masih lemah dalam hal perlindungan hak kekayaan intelektual (HaKI), sehingga jika ada tawaran lain yang lebih baik dari negara lain tentunya akan menarik investor Jepang.

Kuroki menambahkan pemerintah Jepang sangat ingin memperbaiki hubungan kerja sama kedua negara. Hal itu ditunjukkan dengan komitmen Jepang untuk tetap memberikan bantuan pinjaman dalam skema Official Development Assistance (ODA) kepada pemerintah China.

Akan tetapi, pembatalan pemberian pinjaman yen baru-baru ini oleh pihak Jepang terhadap China dijelaskan Kuroki bukan dimaksudkan untuk menambah ketegangan politik yang tengah mewarnai hubungan kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Akiko Yamanaka menegaskan pemerintah Jepang telah mendukung pembangunan ekonomi di China selama lebih 30 tahun melalui bantuan ODA ini.

Bantuan keuangan yang dikumpulkan dari para pembayar pajak di Jepang itu memang diberikan atas dasar kesadaran bahwa hal itu merupakan suatu keharusan.

Tumbuh 10%

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China tercatat meningkat menjadi sekitar 10,2% pada kwartal pertama tahun ini menyusul peningkatan ekspor dan investasi industri manufaktur.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden Hu Jintao kemarin itu melampaui proyeksi rata-rata 25 ekonom yang disurvei Bloomberg yang memprediksi pertumbuhan ekonomi China akan mencapai 9,6% pada periode tersebut.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com