|
Singapura disinyalir berkeinginan menguasai arus informasi
pasar uang di Indonesia. Menyusul dikuasainya perusahaan telekomunikasi
Indosat dan sejumlah bank oleh para investor negeri pulau itu.
Menurut Ichsanuddin Noorsy, mantan anggota DPR dan komisaris Bank
Permata, target yang ingin disasar Temasek Holding dalam menguasai PT
Indosat Tbk sebetulnya bukan hanya untuk menguasai pasar telekomunikasi
di Indonesia, tetapi pada anak perusahaan Indosat, yaitu perusahaan
komunikasi data PT Aplikanusa Lintasarta.
"Yang ingin dibeli Singapura sebetulnya Lintasarta. Sekarang Indosat
menguasai 70% saham di perusahaan itu," ujar dia pekan ini.
Perusahaan itu dinilainya sangat strategis bagi negara karena transaksi
antarbank ada di Lintasarta. Dengan menjadi pemegang saham mayoritas di
Indosat, Ichsan menilai Temasek yang merupakan BUMN milik pemerintah
Singapura saat ini otomatis memiliki kemampuan untuk menguasai arus
informasi peredaran uang di Indonesia.
Saat ini investor Singapura setidaknya menguasai empat bank di
Indonesia, yaitu BII [Temasek], Danamon [Asia Financial Holding], Bank
NISP [OCBC], Bank Buana [UOB].
Namun, kekhawatiran itu dibantah oleh manajemen Lintasarta. Menurut
Direktur PT Aplikanusa Lintasarta, Indar Atmanto, pada sektor
perbankan, secara prinsip Lintasarta hanya bertugas menjalankan sistem
komunikasi data.
"Dalam menjalankan fungsi tersebut, tugas kami hanya menjaga jika
sistem komunikasi mengalami gangguan [down]," jelas dia.
Jaringan yang digunakan Lintasarta dalam melayani komunikasi data pada
nasabah bank menurut Indar juga tidak dimiliki sendiri oleh Lintasarta.
Jaringan telekomunikasi tersebut dimiliki oleh perusahaan-perusahaan
penyedia jaringan komunikasi, seperti PT Telkom dan PT Indosat.
|