|
Kalangan dana pensiun (dapen) di Jepang berencana
mengalokasikan 500 miliar yen (US$4,4 miliar) untuk ditanam pada produk
komoditas dalam lima tahun ke depan, sebagai bagian diversifikasi
portofolio selain saham dan obligasi.
Manager of Institutional Business Development AIG Global Investment
Group Jepang Masamitsu Tomohiro menyatakan manajer investasi di negara
ini sedang mempertimbangkan mengalokasikan 3% dari portofolio yang
dikelola untuk di masukkan ke produk komoditas.
Sementara itu, kalangan investor global kini telah membeli berbagai
indeks yang berhubungan dengan produk komoditas dan kontrak berjangka
dalam upaya mencari imbal hasil yang lebih tinggi daripada saham dan
obligasi.
Barclays Plc memperkirakan aliran dana global yang ditaruh pada
investasi indeks komoditas meningkat hingga 38% jadi US$110 miliar
tahun ini.
"Ada peralihan yang cukup cepat dari kredit bunga menjadi investasi.
Membutuhkan waktu hingga sepuluh tahun bagi sebuah lembaga untuk
mengubahnya menjadi lindung nilai," kata Ketua Penjualan dan Pengenalan
Modal Fimat Alternative Investment Solutions, Kirby Daley.
Jepang merupakan negara dengan pasar dana pensiun terbesar kedua di
dunia dari sisi aset. Dana kelolaan dana pensiun ini mencapai US$3,24
triliun. Sementara itu, perusahaan asuransi jiwa di Jepang diperkirakan
memiliki aset mencapai 197 triliun yen hingga Februari tahun ini.
Investasi lindung nilai yang berbasis indeks Dow Jones dan AIG
Commodity di Jepang telah naik hampir 60 miliar yen dalam enam bulan
terakhir.
"Ada beberapa dana pensiun skala besar yang serius mengkaji kontrak
komoditas sebagai jenis aset yang mendatangkan keuntungan," kata Ketua
Mitsubishi Corp Capital Haruo Miyako.
Pacific Investment Management Co, lembaga manajer keuangan AS yang
lebih dikenal dengan Pimca, mulai melakukan aksi lindung nilai di
Jepang tahun ini. Hingga kini dana kelolaan perusahaan ini berkembang
menjadi US$200 juta.
Fukoku Mutual Life Insurance Co, yang memiliki aset US$42 miliar sedang
mempertimbangkan untuk menginvestasikan dana pada kontrak komoditas
berjangka.
|