|
Perusahaan Iran akan berinvestasi senilai US$600 juta di
bidang penyulingan minyak dan pemasangan pipa gas bumi di Indonesia.
Kesepakatan investasi itu akan dilakukan saat kedatangan Presiden
Republik Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam KTT D-8 yang digelar pada 10-11
Mei 2006.
Kepastian rencana tersebut disampaikan juru bicara De-partemen Luar
Negeri Yuri O. Thamrin, akhir pekan lalu.
Menurut dia, investasi Iran senilai US$200 juta akan ditanamkan untuk
fasilitas penyulingan minyak dan gas alam.
Sedangkan US$400 juta akan diinvestasikan untuk pemasangan fasilitas
pipa gas dari Sumatra Selatan hingga Batam.
Rencana kedatangan Presiden Iran itu, katanya, sudah dijadwalkan tahun
lalu, namun karena perubahan konstelasi politik dalam negeri kunjungan
itu dibatalkan.
Dia mengatakan Ahmadinejad dijadwalkan akan bertemu kalangan agamawan
Majelis Ulama Indonesia, kalangan akademisi Universitas Indonesia, dan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Rencana investasi perusahaan Iran ke Indonesia belakangan ini tergolong
gencar.
Sebelumnya, National Iranian Oil Refinery and Distribution Company
(NIORDC) bersama PT Elnusa-anak perusahaan PT Pertamina akan membangun
kilang pengolahan minyak di Tuban, Jatim berkapasitas 300.000 ton per
tahun.
Meski total investasi pembangunan kilang itu naik dari US$2,5 miliar
menjadi US$5 miliar, NIORDC maju terus.
Perusahaan Iran tersebut tidak keberatan dan tetap akan menandatangani
joint agreement pada 10 Mei 2006 di Jakarta.
Penandatanganan tersebut akan dilakukan kedua belah pihak yang
rencananya akan disaksikan oleh dua kepala negara yang bersangkutan
atau setidaknya menteri terkait dari kedua negara.
Ajak Pertamina
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Pertamina
harus dilibatkan dalam pembangunan kilang minyak baik yang dilakukan
oleh Arab Saudi maupun Kuwait di Tanah Air.
"Pertamina atau perusahaan minyak lainnya harus dilibatkan dalam proses
pembangunan kilang minyak di Tanah Air," kata Presiden dalam jumpa pers
di Kuwait City, seperti dikutip Antara, kemarin.
Presiden dalam kunjungan di Arab Saudi dan Kuwait telah mengajak para
pengusaha Arab Saudi dan Kuwait untuk membangun kilang minyak di
berbagai daerah di Jawa dan di Sulawesi.
|