Index

 01 May 2006

 
Perayaan 1 Mei dijamin santun 
Bisnis

Apindo optimistis kegiatan produksi tidak terganggu, kendati ribuan buruh di berbagai daerah hari ini merencanakan aksi unjuk rasa menentang amendemen UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Aksi demonstrasi itu digelar guna memperingati Hari Buruh Sedunia.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto mengatakan pengusaha hanya mengizinkan 2% dari jumlah buruhnya untuk ikut menggelar aksi guna memperingati Hari Buruh Sedunia, hari ini. Pemberian izin tersebut merupakan solusi yang ditempuh perusahaan agar produksi tidak terganggu.

"Aksi hari ini tidak akan banyak berpengaruh terhadap aktivitas produksi perusahaan, kecuali jika terjadi aksi anarkis," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Djimanto optimistis produksi tidak terganggu jika buruh menaati izin yang diberikan perusahaan. "Produksi akan aman selama buruh yang ikut unjuk rasa tidak lebih dari 2% sesuai dengan izin yang diberikan perusahaan dan tidak terjadi aksi anarkis. Kalau ada perusakan, produksi mungkin akan terganggu."

Dia mengatakan perusahaan sulit meliburkan buruhnya hari ini atau menukar libur Sabtu lalu dengan meliburkan buruh hari ini.

"Bagaimana pun hari ini tidak bisa ada libur karena rencana produksi dan shipment sudah tersusun dari jauh hari. Kami hanya bisa memberikan dispensasi izin kepada 2% buruh dalam suatu asosiasi untuk ikut aksi hari ini," ujar Djimanto.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) R. Novian mengatakan produksi tekstil tidak akan menurun akibat aksi buruh hari ini. "Kami hanya mengizinkan maksimal tujuh orang di tiap perusahaan untuk ikut aksi itu. Jadi, tidak akan banyak berpengaruh."

Djimanto mengatakan bila buruh yang tidak diizinkan tetap ikut aksi, maka mereka dianggap mangkir dan diberikan surat peringatan. "Tapi perusahaan yang tidak terikat code of conduct ekspor bisa saja mengalihkan hari libur buruh."

Dia menegaskan pengusaha siap menuntut penanggung jawab aksi May Day itu bila terjadi tindakan anarkis yang menyebabkan produksi terganggu. "Penanggung jawab aksi akan kami tuntut jika terjadi aksi anarkis meskipun bukan oleh buruh. Kami sudah punya hotline langsung dengan Kapolri dan sejumlah Kapolda."

Tetap santun

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bambang Wirahyoso yang menjadi penanggung jawab aksi hari ini menyatakan dia telah menyiapkan pengamanan guna mencegah penyusup menunggangi aksi buruh.

"Apa pun pancingan untuk melakukan aksi anarkis, kami tidak akan terpancing. Kami akan tetap santun."

SPN yang selama ini berafiliasi dengan Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyiapkan 1.500 petugas keamanan internal untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Bambang mengatakan SPN menemukan indikasi penyusupan aksi anarkis dalam perayaan May Day, menyusul adanya selebaran 'palu arit' dalam tiga hari terakhir ini.

Tindakan itu, menurut dia, dilakukan pihak tertentu untuk memecah kekuatan buruh. "Selebaran itu berniat merusak citra kami. Ada yang ingin melemahkan perjuangan kami."

Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sjukur Sarto, paket ribuan selebaran 'palu arit' itu diterima sekretariat KSPSI Jumat pekan lalu melalui jasa pengiriman kurir. Selebaran itu juga dikirimkan ke semua cabang KSPSI di seluruh Indonesia.

Seruan dalam selebaran yang ber-bunyi Mari Bergabung dalam Aksi 1 Mei. Buruh Tertindas, Buruh Bersatu itu ditulis di atas kertas bergambar palu arit. "Ini mengotori perjuangan kami dan membuat sebagian buruh takut bergabung pada 1 Mei karena ada stigma komunis. Kami sudah serahkan selebaran itu kepada kepolisian," tegasnya.

Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Idin Rosyidin mengatakan organisasinya juga menerima selebaran serupa. "Selebaran itu seperti ingin bilang kalau aksi buruh adalah gerakan kiri. Bahkan ada yang mengagendakan menuntut Presiden turun. Padahal, itu bukan tuntutan kami."

Ketua APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Stevanus Ridwan mengungkapkan pusat-pusat perbelanjaan tetap dibuka hari ini dengan mengerahkan petugas keamanan tiga kali lipat.

"Semua tenaga keamanan dan teknisi yang biasanya tiga shift dijadikan satu. Yang tugas jaga malam dilanjutkan hingga siang, yang tugas siang dimajukan masuk jam 08.00. Jadi, sepanjang hari penjagaan berkekuatan penuh."

Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Timur Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan buruh tidak terpancing aksi anarkis. "Jangan sampai peringatan hari mulia ini dirusak oleh kekerasan karena akan mencemarkan nama besar hari itu sendiri," kata Presiden di Kuwait City, kemarin, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, sedikitnya 50.000 buruh yang tergabung dalam SPN Jabar siap bergabung dengan ribuan buruh lainnya di Jakarta hari ini.

Koordinator lapangan aksi nasional SPN Waras Wasisto mengaku orga-nisasinya sudah mengadakan konso-lidasi guna pengerahan massa ke Jakarta.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com