|
Apindo optimistis kegiatan produksi tidak terganggu, kendati
ribuan buruh di berbagai daerah hari ini merencanakan aksi unjuk rasa
menentang amendemen UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Aksi
demonstrasi itu digelar guna memperingati Hari Buruh Sedunia.
Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto mengatakan
pengusaha hanya mengizinkan 2% dari jumlah buruhnya untuk ikut
menggelar aksi guna memperingati Hari Buruh Sedunia, hari ini.
Pemberian izin tersebut merupakan solusi yang ditempuh perusahaan agar
produksi tidak terganggu.
"Aksi hari ini tidak akan banyak berpengaruh terhadap aktivitas
produksi perusahaan, kecuali jika terjadi aksi anarkis," ujarnya kepada
Bisnis, kemarin.
Djimanto optimistis produksi tidak terganggu jika buruh menaati izin
yang diberikan perusahaan. "Produksi akan aman selama buruh yang ikut
unjuk rasa tidak lebih dari 2% sesuai dengan izin yang diberikan
perusahaan dan tidak terjadi aksi anarkis. Kalau ada perusakan,
produksi mungkin akan terganggu."
Dia mengatakan perusahaan sulit meliburkan buruhnya hari ini atau
menukar libur Sabtu lalu dengan meliburkan buruh hari ini.
"Bagaimana pun hari ini tidak bisa ada libur karena rencana produksi
dan shipment sudah tersusun dari jauh hari. Kami hanya bisa memberikan
dispensasi izin kepada 2% buruh dalam suatu asosiasi untuk ikut aksi
hari ini," ujar Djimanto.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) R. Novian
mengatakan produksi tekstil tidak akan menurun akibat aksi buruh hari
ini. "Kami hanya mengizinkan maksimal tujuh orang di tiap perusahaan
untuk ikut aksi itu. Jadi, tidak akan banyak berpengaruh."
Djimanto mengatakan bila buruh yang tidak diizinkan tetap ikut aksi,
maka mereka dianggap mangkir dan diberikan surat peringatan. "Tapi
perusahaan yang tidak terikat code of conduct ekspor bisa saja
mengalihkan hari libur buruh."
Dia menegaskan pengusaha siap menuntut penanggung jawab aksi May Day
itu bila terjadi tindakan anarkis yang menyebabkan produksi terganggu.
"Penanggung jawab aksi akan kami tuntut jika terjadi aksi anarkis
meskipun bukan oleh buruh. Kami sudah punya hotline langsung dengan
Kapolri dan sejumlah Kapolda."
Tetap santun
Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bambang Wirahyoso yang menjadi
penanggung jawab aksi hari ini menyatakan dia telah menyiapkan
pengamanan guna mencegah penyusup menunggangi aksi buruh.
"Apa pun pancingan untuk melakukan aksi anarkis, kami tidak akan
terpancing. Kami akan tetap santun."
SPN yang selama ini berafiliasi dengan Kongres Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) menyiapkan 1.500 petugas keamanan internal untuk
mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.
Bambang mengatakan SPN menemukan indikasi penyusupan aksi anarkis dalam
perayaan May Day, menyusul adanya selebaran 'palu arit' dalam tiga hari
terakhir ini.
Tindakan itu, menurut dia, dilakukan pihak tertentu untuk memecah
kekuatan buruh. "Selebaran itu berniat merusak citra kami. Ada yang
ingin melemahkan perjuangan kami."
Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
Sjukur Sarto, paket ribuan selebaran 'palu arit' itu diterima
sekretariat KSPSI Jumat pekan lalu melalui jasa pengiriman kurir.
Selebaran itu juga dikirimkan ke semua cabang KSPSI di seluruh
Indonesia.
Seruan dalam selebaran yang ber-bunyi Mari Bergabung dalam Aksi 1 Mei.
Buruh Tertindas, Buruh Bersatu itu ditulis di atas kertas bergambar
palu arit. "Ini mengotori perjuangan kami dan membuat sebagian buruh
takut bergabung pada 1 Mei karena ada stigma komunis. Kami sudah
serahkan selebaran itu kepada kepolisian," tegasnya.
Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Idin
Rosyidin mengatakan organisasinya juga menerima selebaran serupa.
"Selebaran itu seperti ingin bilang kalau aksi buruh adalah gerakan
kiri. Bahkan ada yang mengagendakan menuntut Presiden turun. Padahal,
itu bukan tuntutan kami."
Ketua APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Stevanus
Ridwan mengungkapkan pusat-pusat perbelanjaan tetap dibuka hari ini
dengan mengerahkan petugas keamanan tiga kali lipat.
"Semua tenaga keamanan dan teknisi yang biasanya tiga shift dijadikan
satu. Yang tugas jaga malam dilanjutkan hingga siang, yang tugas siang
dimajukan masuk jam 08.00. Jadi, sepanjang hari penjagaan berkekuatan
penuh."
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Timur Tengah, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono mengharapkan buruh tidak terpancing aksi anarkis.
"Jangan sampai peringatan hari mulia ini dirusak oleh kekerasan karena
akan mencemarkan nama besar hari itu sendiri," kata Presiden di Kuwait
City, kemarin, seperti dikutip Antara.
Sementara itu, sedikitnya 50.000 buruh yang tergabung dalam SPN Jabar
siap bergabung dengan ribuan buruh lainnya di Jakarta hari ini.
Koordinator lapangan aksi nasional SPN Waras Wasisto mengaku
orga-nisasinya sudah mengadakan konso-lidasi guna pengerahan massa ke
Jakarta.
|