Index

 07 May 2006

 
AS & Eropa cabut order tekstil dari RI 
Bisnis

Pembeli AS dan Eropa sudah mencabut dan memindahkan order ke negara lain, terutama order pembelian Juli, Agustus, dan September, sementara Aprisindo mendesak pemerintah lakukan PR counter soal aksi buruh.

Ketua API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) Jawa Barat Ade Sudrajat mengungkapkan AS dan Eropa sudah mencabut dan memindahkan order ke negara lain.

"Kami belum menghitung nilainya, tetapi demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan itu mengakibatkan AS dan Eropa memindahkan order ke negara lain. Ini menandakan mereka sudah tidak percaya dengan kondisi keamanan di Indonesia."

Sementara Aprisindo mendesak pemerintah melakukan public relations (PR) counter ke luar negeri guna memberikan penjelasan yang sebenarnya soal kondisi demonstrasi buruh di Indonesia, menyusul adanya pertanyaan dari sejumlah pengusaha sepatu dari Malaysia, Thailand dan Taiwan kepada asosiasi itu.

Menurut Yudhi Komarudin, upaya PR counter ke luar itu sangat penting, agar investor dan mitra bisnis sepatu di luar negeri tidak sampai mengambil sikap drastis, seperti menangguhkan investasi pabrik di Indonesia.

"Kami mengamati perkembangan kondisi demonstrasi buruh kemarin [3 Mei] sudah menjurus anarkis. Polisi harus tegas, karena mereka sudah tidak dianggap, bahkan diteriakin para demonstran. Pemerintah harus segera melakukan PR counter ke luar negeri," ungkapnya kepada Bisnis, kemarin.

Pemerintah, lanjutnya, harus secepatnya menjelaskan bahwa demonstrasi itu hanya sebagaian kecil, karena sejumlah perusahaan masih berjalan, serta kondisinya tidak separah kerusuhan 1998.

"Jangan biarkan luar negeri menganggap kondisi sudah tidak terkendali. Kendati sejumlah investor luar negeri belum menyinggung soal kelanjutan relokasi di Indonesia."

Tanggung jawab

Dia juga meminta agar Polri segera memanggil para penanggung jawab aksi di lapangan, guna dimintai tanggungjawabnya.

Di Tangerang, misalnya, ada yang memaksa pekerja untuk ikut demonstrasi.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus tegas untuk mengambil tindakan terhadap penanggungjawab aksi di lapangan. Jika tidak tegas akan terjadi aksi yang lebih parah.

Di tempat terpisah Ernovian G. Ismy Sekretaris Eksekutif BPN API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), menyatakan hubungan antara pengusaha dan buruh makin jauh dengan adanya aksi lanjutan 3 Mei.

Sementara Hasto Kristianto anggota Komisi IV DPR dari FPDIP menegaskan aksi buruh dengan kekerasan itu dipicu oleh buntunya pintu aspirasi buruh ke pemerintah DPR yang telah dicap sebagai alat kekuasaan pemerintah.

"Dalam situasi sulit seperti ini pemerintah tidak usah malu memenuhi aspirasi buruh dengan membatalkan rencana revisi UU No. 13/2003," ungkapnya.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com