Index

 09 May 2006

 
BI paksa 10 bank merger 
Bisnis

Bank Indonesia akan menginstruksikan kepada 10 bank yang saat ini memiliki modal jauh di bawah Rp80 miliar untuk segera merger tahun depan. Bank sentral mencatat terdapat sekitar 20 bank yang memiliki modal di bawah Rp80 miliar.

Hingga akhir 2006, BI masih menyerahkan proses konsolidasi sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Tetapi hingga saat ini tanggapan dari perbankan belum menggembirakan. Padahal, dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), bank sentral mensyaratkan pemenuhan modal minimum Rp80 miliar pada 2007.

Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan berbagai alasan yang sering dikemukakan kalangan perbankan adalah adanya perbedaan budaya antarbank, kesulitan menemukan nilai wajar dari suatu bank, dan harapan akan insentif pajak merger dan akuisisi, sehingga proses konsolidasi berjalan lambat.

"Penundaan ini tidak dapat kami akomodasikan lagi. Semakin mendekati 2008 BI akan lebih directive [menginstruksikan] agar percepatan konsolidasi dapat terlaksana," ujar Burhanuddin dalam sambutannya pada acara The Asia Pasific Conference and Exhibition on Banking Technology (Apconex), di Jakarta kemarin.

Berdasarkan ketentuan BI, hingga akhir 2007 bank wajib memenuhi modal minimal Rp80 miliar. Setelah itu bank masih harus menambah modal hingga memenuhi ketentuan minimal Rp100 miliar pada akhir 2010.

Menurut Burhanuddin, pada 2007 BI mengumpulkan bank-bank kecil yang modalnya jauh di bawah Rp80 miliar dan tidak mungkin mengandalkan pertumbuhan organik untuk segera merger.

"Akan kami kumpulkan, lalu [BI minta] bank ini bisa tidak bergabung. Kalau bisa, pemerintah barangkali bisa memberikan insentif perpajakan."

Dia menegaskan 2007-2008 menjadi periode yang penting bagi perbankan nasional. Ini karena BI telah berkomitmen memenuhi aturan Basel II pada 2008-2010. Komitmen terhadap dunia internasional tersebut, menurut dia, mutlak dipenuhi.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi bank hingga Desember 2005, setidaknya 19 bank memiliki modal di bawah Rp80 miliar. Bank Alfindo merupakan bank dengan modal terendah, hanya Rp11,96 miliar.

Selain itu, Bank Harmoni memiliki modal hanya Rp19,76 miliar. Sementara Bank Harda Internasional nyaris memenuhi ketentuan minimum permodalan sebesar Rp77,9 miliar.

Dua bank

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Maman Soemantri mengatakan bank sentral baru menerima dua bank yang berinisiatif merger.

Namun rencana merger itu tidak direalisasikan hingga sekarang, ujarnya sambil menolak menyebutkan bank yang dimaksudkan.

Menurut dia, berbagai masalah mengenai budaya perusahaan dan perebutan kursi kepemimpinan bank-yang menghalangi proses merger-harus bisa diselesaikan. Bank Permata dan Bank Mandiri, misalnya, merupakan hasil merger beberapa bank. "BI akan lebih memaksa, mulai tahun ini kami akan mengejar bank-bank."

Maman menjelaskan, proses merger akan memakan waktu dua hingga tiga tahun guna melakukan penyesuaian budaya dan adaptasi teknologi. Dia mengharapkan, tahun ini bank-bank dengan modal kecil mulai menjajaki dan membidik pasangan, sehingga pada 2010 bank hasil merger bisa beroperasi.

Secara terpisah, Lisawati, pengurus Perbanas yang juga Dirut PT Bank Swadesi Tbk, mengatakan perbankan umumnya bukan tidak mau melakukan konsolidasi. Proses konsolidasi tersebut masih pada penjajakan terhadap bank-bank yang dianggap paling cocok.

Namun, salah seorang bankir justru keberatan dengan rencana BI yang lebih mengarahkan perbankan ke proses merger dan akuisisi. "Kenapa mesti diarahkan lagi? Bank-bank kecil saat ini rata-rata sudah cukup sehat dan punya ceruk pasar tersendiri," ujarnya.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com