|
Pasar otomotif nasional ternyata tidak kunjung membaik,
bahkan sebaliknya kian memburuk. Di bulan keempat tahun ini penjualan
mobil anjlok hingga 55,94% dibandingkan April 2005 sekaligus merupakan
yang terendah sejak awal tahun ini.
Berdasarkan data Gaikindo yang diperoleh Bisnis, pada bulan lalu pasar
mobil domestik hanya menyerap 22.578 unit. Angka ini hanya sekitar
separuh dari total realisasi penjualan mobil pada April 2005 yang
sempat mencapai 51.250 unit. Bahkan, angka yang dibukukan pasar
otomotif pada April ini merupakan yang terendah sejak awal tahun ini.
Pada Januari, total penjualan mobil nasional sempat mencapai 26.622
unit, sementara pada Februari melemah menjadi hanya 25.957 unit.
Memasuki Maret, bulan terakhir triwulan I, pasar otomotif sempat
membaik setelah mencatat angka penjualan 26.837 unit. Di sini kalangan
industri otomotif menaruh harapan yang begitu besar akan adanya
penguatan penyerapan pasar, namun sayangnya pada bulan berikutnya
penjualan mobil kembali merosot di angka 22.578 unit.
Awal bulan ini, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny
Darmawan sempat memprediksikan penjualan mobil nasional pada bulan
keempat memang belum akan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Realisasi penjualan selama tiga bulan pertama tahun ini yang kurang
menggembirakan, membuatnya pesimistis pasar otomotif nasional akan
membaik pada kuartal II tahun ini.
Di sisi lain, lanjutnya, sejumlah indikator ekonomi makro saat ini yang
tak kunjung membaik, semakin memberatkan pasar kendaraan bermotor.
Dia menyebut beberapa hal seperti harga minyak mentah dunia masih
bertengger di atas US$70 per barel, interest rate yang masih bertengger
di level 12,75%, dan belum adanya kepastian langkah pemerintah
menangani inflasi dan ancaman kelangkaan bahan bakar minyak.
"Inflasi memang dapat ditekan, tapi berdasarkan tren pasar yang tak
bergerak pada kuartal I, maka kuartal II tak akan banyak bergeser.
Penjualan mobil secara nasional pada April mungkin akan berkisar antara
25.000-26.000 unit," katanya.
Pasar mobil yang lesu pada April ini ternyata menyebabkan sejumlah
pergeseran posisi peringkat dalam persaingan di pasar otomotif.
Jika dibandingkan dengan realisasi penjualan Maret, empat posisi
teratas tidak mengalami perubahan. Mereka tetap duduk manis di posisi
masing-masing. Toyota memimpin pasar dengan angka penjualan 9.610 unit,
diikuti Mitsubishi 2.900 unit, Suzuki 2.748 unit, dan Honda 2.119 unit.
Pergeseran terjadi di peringkat kelima, Daihatsu yang pada April hanya
mampu melego 1.593 unit akhirnya dilengserkan Isuzu yang bulan lalu
berhasil menjual 1.701 unit.
|