|
Menneg BUMN Sugiharto dikabarkan meminta PT Rajawali
Corporation mengalihkan 14% saham PT Semen Gresik Tbk ke perusahaan
daerah dan Semen Gresik, jika perusahaan itu jadi membeli saham dari
Cemex Asia Holding Ltd. sebesar 24,9%.
Sumber Bisnis mengatakan dari 14% saham tersebut, Menneg BUMN akan
membagikan masing-masing 9% ke perusahaan daerah dan sisanya kepada
Semen Gresik.
"Namun, Rajawali menolak keinginan Sugiharto tersebut," ungkap sumber
tadi yang mengetahui pembicaraan antara Menteri Sugiharto dan direksi
Rajawali Corp di Kantor Menneg BUMN kemarin.
Menneg BUMN pekan ini harus menjawab surat Cemex yang berisi keputusan
pemerintah menggunakan hak penolakan (refusal right) menyangkut surat
pembe-ritahuan Cemex pada 5 Mei 2006 yang sudah memiliki pembeli serius
dan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional
sale and purchase agreement) dengan Rajawali.
Apabila hak tersebut digunakan, pemerintah harus membeli saham Semen
Gresik milik Cemex pada harga yang sama dengan penawaran Rajawali,
yaitu Rp20.500 per saham. Jika pemerintah tidak menggunakan hak
tersebut berarti Rajawali adalah pembeli definitif. Rajawali mempunyai
waktu 30 hari untuk melunasi pembayarannya.
Cemex mengirim surat pemberitahuan pertama kepada pemerintah yang
berisi keinginannya menjual saham Semen Gresik pada 13 Februari 2006.
Cemex berharap pemerintah tidak menggunakan refusal right. Namun dalam
surat No. S-87/MBU/2006 tanggal 22 Februari 2006, Sugiharto meminta
waktu kepada Cemex untuk mengambil keputusan.
Bertemu Sugiharto
Kemarin siang pemilik Rajawali Corp Peter Sondakh menemui Menneg BUMN
Sugiharto sehubungan dengan rencana pembelian Semen Gresik. Namun,
Peter tidak memberikan pernyataan seusai pertemuan tersebut.
Managing Director/Chief of Business Development Rajawali Corp Darjoto
Setyawan, yang ikut dalam rombongan itu, mengatakan transaksi pembelian
24,9% saham Semen Gresik yang dimiliki Cemex belum dapat dituntaskan,
meskipun CSPA sudah disepakati dan ditandatangani.
"Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan seperti persetujuan dari
pemerintah dan penyelesaian pembayaran. Transaksi akan terjadi sesudah
sejumlah hal tersebut diselesaikan."
Darjoto menjelaskan Rajawali menggunakan sumber dana eksternal dan
internal untuk membeli 24,9% saham Semen Gresik. Sumber dana eksternal,
menurut dia, akan diperoleh dari lembaga pembiayaan non-bank dari luar
negeri.
Pembelian saham itu akan dilakukan oleh anak perusahaan Grup Rajawali.
"Kami memiliki banyak anak perusahaan, sehingga pembelian saham
tersebut akan dilakukan melalui anak perusahaan Grup Rajawali. Kalau
soal pertemuan, ya... saya pikir sifatnya kenalan saja dengan pemegang
saham mayoritas," tuturnya.
Menjawab pertanyaan mengenai hasil pertemuan dengan Grup Rajawali,
Menteri Sugiharto mengatakan itu merupakan pertemuan biasa.
"[Pertemuan] itu sifatnya courtesy call saja. Kami memanfaatkan waktu
sepuluh hari untuk mengkaji sejumlah opsi dalam penjualan saham Cemex
di Semen Gresik."
Sementara itu, Sekretaris Menneg BUMN M. Said Didu menjelaskan secara
hukum keputusan penjualan saham tersebut berada di tangan Cemex.
"Posisi pemerintah sudah jelas, hak istimewa yang ada pada saham Semen
Gresik yang dimiliki Cemex harus dihapuskan. Harus dilakukan melalui
RUPS untuk mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga agar dapat
menghapus hak istimewa tersebut," tuturnya kepada Bisnis.
Dia mengatakan pemerintah sedang mengkaji keinginan PT Andalas Tuah
Sakato untuk membeli saham Semen Gresik yang dimiliki Cemex. "Kami
sedang kaji opsi-opsi tersebut dan hasilnya tentu disampaikan kepada
pihak-pihak yang bertransaksi. Sampai saat ini belum ada keputusan."
Ketua Komisi VI DPR Didik J. Rachbini meminta pemerintah segera
merestui transaksi penjualan saham milik Cemex di Semen Gresik kepada
Grup Rajawali, guna menyudahi persoalan yang terjadi selama ini.
Masuknya Grup Rajawali menjadi pemegang saham baru di Semen Gresik juga
dinilai dapat mencegah munculnya praktik kartel pema-saran semen di
negeri ini.
Didik mengatakan pemerintah sepertinya sulit membeli kembali (buyback)
saham Cemex di Semen Gresik, karena negara tidak memiliki dana.
Karena itu, menurut dia, beri saja kesempatan kepada investor lokal
yang memiliki dana dan kemampuan. "Saat ini sudah ada kesepakatan
transaksi antara Cemex dan Rajawali. Pemerintah sebaiknya segera
merestui transaksi tersebut," ujarnya, kemarin.
Didik mengatakan industri semen di beberapa negara, seperti Filipina,
Afrika, dan Eropa Timur sudah dikuasai kartel. Ini karena industri
semen dikuasai oleh investor asing. Bahkan karena sudah begitu kuatnya
kartel semen di Filipina, harga komoditas itu pernah melonjak dua kali
lipat.
|