|
PT Pertamina harus mengeluarkan dana US$560 juta untuk
pengembangan Blok Cepu, saat ini ada 25 lembaga keuangan dari berbagai
negara yang siap membantu pembiayaan tersebut.
Ferederick T. Siahaan mengungkapkan saat ini lembaga keuangan dari Arab
Saudi, Korea Selatan, Jepang, China te-lah memasukkan proposal un-tuk
menawarkan pembiayaan pengembangan Blok Cepu.
Dia tidak menyebutkan lembaga keuangan yang telah memasukkan proposal
keuangannya ke Pertamina.
"Nanti akan kita adakan beauty contest untuk memilih lembaga keuangan
mana yang akan kita pilih untuk membantu pembiayaan pengembangan Cepu,
kita akan sangat hati-hati menentukan pilihan," ujarnya saat dihubungi
pekan lalu.
Rencananya Pertamina akan mengadakan beauty contest untuk memilih
lembaga keuangan tersebut setelah rencana pengembangan (plan of
development/PoD) Cepu disetujui oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
Untuk mendukung pembiayaan pengembangan Blok Cepu, Pertamina telah
menyiapkan US$50 juta dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
(RKAP) 2006 yang kapan saja dapat digunakan (cash call). "Cash call itu
bertahap, mulai tahun ini sampai 2008. Tahun ini disiapkan US$50 juta
dan sudah ada di RKAP 2006, untuk tahun selanjutnya cash call akan kita
siapkan US$60 juta."
Selain Pertamina, Exxon yang menang sebagai General Manager Blok Cepu
juga harus mengeluarkan sekitar US$560 juta untuk pembiayaan
pengembangan Blok Cepu karena memiliki porsi saham yang sama dengan
Pertamina.
Sebelumnya, saat Direktur Utama Pertamina masih dijabat oleh Widya
Purnama, dia menegaskan jika BUMN itu menjadi operator, maka pembiayaan
tidak menjadi masalah karena banyak yang berniat memberikan pinjaman
pembiayaan.
Menurut Widya, mencari pembiayaan untuk pengem-bangan Blok Cepu
tidaklah sulit sebab proyek itu sangat bankable mengingat cadangan
minyak di lapangan tersebut berlimpah hingga 600 juta barel.
Sementara terkait dengan PoD Blok Cepu, Ferederick menjelaskan saat ini
Pertamina dan Exxon masih terus membahas hal itu untuk difinalisasi dan
diserahkan ke BP Migas.
Jumlah dana yang dibutuhkan oleh Pertamina, lanjutnya, dapat saja
berubah sesuai dengan PoD yang masih terus dibahas untuk menentukan
kebutuhan pembiayaan Blok Cepu.
|