Index

 13 May 2006

 
CLSA: Investasi pemodal AS di Asia semakin meningkat 
Bisnis

Tingginya prospek pertumbuhan ekonomi Asia membuat jumlah investasi dari pemodal AS ke bursa saham Asia, termasuk Indonesia semakin meningkat.

Analis Credit Lyonnaise Securities Ltd. (CLSA) Christopher Wood, yang baru saja menyelesaikan perjalanannya selama dua pekan mengunjungi para investor AS, mengatakan hal itu pada akhir pekan lalu.

"Mungkin akan ada pasang surut, tapi trennya adalah dana masuk ke Asia akan berlanjut karena Asia adalah tempat di mana pertumbuhan jangka panjang terjadi dan AS mulai menyadari hal itu," ujar Wood seperti dikutip dari Bloomberg.

Kenaikan tingkat suku bunga di AS, yang merupakan pasar ekspor terbesar Asia, sepertinya tidak akan memengaruhi kebijakan investasi para manajer investasi.

"Saham-saham Asia akan terus mencatatkan keuntungan karena akan semakin banyak investor AS yang tergoda dengan prospek pertumbuhan ekonomi regional," katanya.

Sementara itu, kenaikan biaya bunga di AS sempat dikhawatirkan memengaruhi permintaan barang-barang produksi Asia dan membuat indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Asia Pasifik menurun.

Pekan lalu, bank sentral AS menaikkan tingkat suku bunga untuk ke-16 kalinya secara berturut-turut ke level 5% dan membuka peluang terus naik.

Kendati indeks MSCI dipangkas 0,2% pekan lalu, terburuk sejak 14 April 2006, Wood yakin indeks tersebut akan naik 15% tahun ini.

"Kenaikan tingkat suku bunga AS tidak akan menghentikan tren kenaikan itu karena orang akan melihat kinerja saham-saham Asia yang lebih baik," kata Wood.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Jakarta (BEJ), sepanjang pekan lalu investor asing membukukan total nilai transaksi beli hingga Rp4,25 triliun dan transaksi jual Rp3,36 triliun.

Meskipun total nilai transaksi beli investor asing sepanjang pekan lalu turun dari Rp4,58 triliun pada pekan sebelumnya, investor asing itu membukukan total transaksi beli bersih yang lebih besar yaitu Rp890 miliar dari Rp288,92 miliar.

Total nilai transaksi di BEJ sepanjang pekan lalu juga naik menjadi Rp15,02 triliun dari Rp13,57 triliun pada pekan pertama bulan ini.

Turun

Sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu ditutup turun 27,28 poin (1,8%) menjadi 1.525,78 dari level tertinggi di 1.553,06 pada hari sebelumnya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu investor asing melakukan aksi ambil untung dengan mengantongi total nilai transaksi jual yang lebih besar yaitu Rp550,17 miliar dibandingkan total nilai transaksi beli Rp465,71 miliar.

"Indeks naik terlalu cepat dan itu membuat investor merealisasikan keuntungannya," ujar Cholis Baidowi dari PT Trimegah Securities Tbk.

Sejumlah saham yang mengalami penurunan pada perdagangan akhir pekan lalu adalah saham Bank Central Asia yang turun Rp175 (3,7%) menjadi Rp4.500 dan saham Bank Danamon turun Rp100 (1,8%) menjadi Rp5.600.

Saham Batubara Bukit Asam juga turun Rp100 (2,5%) menjadi Rp3.900, saham United Tractors turun Rp200 (3,3%) menjadi Rp5.900, dan saham Telkom turun Rp50 (0,6%) menjadi Rp8.250.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com