|
Setelah menyisihkan empat pesaingnya, PT Bahana Securities
pekan lalu ditunjuk oleh PT Jasa Marga sebagai penjamin pelaksana emisi
(underwriter) obligasi senilai Rp1 triliun.
Seorang eksekutif yang terlibat dalam transaksi itu menjelaskan
penerbitan surat utang oleh Jasa Marga akan dialokasikan untuk modal
kerja maupun refinancing utang BUMN itu.
Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito hanya
menjawab secara diplomatis. "Kami sedang memproses penunjukan penjamin
emisi," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.
Dia menuturkan Jasa Marga akan merefinancing utang sebesar Rp2 triliun
sehingga diperlukan penerbitan obligasi lagi. untuk menekan biaya bunga
dan memperpanjang jangka waktu pinjaman, Jasa Marga refinancing utang
sebesar Rp2 triliun dari bank dengan dana yang didapatkan dari
penerbitan obligasi dalam denominasi rupiah.
Di tempat terpisah, Dirut Bahana Securities Ito Warsito membenarkan
penunjukan itu.
Namun, sumber Bisnis lainnya mengatakan meski Bahana telah ditetapkan
sebagai penjamin emisi, Danareksa Sekuritas masih terlihat berminat
mendapatkan proyek itu.
"Salah satu direktur Jasa Marga bahkan ditelepon beberapa kali oleh
salah satu eksekutif Danareksa. Hal itu membuat tim penyeleksi penjamin
emisi merasa kurang nyaman, padahal penunjukan penjamin emisi sudah
diputuskan oleh tim," tuturnya.
Menurut dia, diantara lima calon penjamin emisi itu, total fee
penjaminan yang diajukan Danareksa Sekuritas, berkisar 0,83%, termasuk
paling tinggi dibandingkan dengan peserta lainnya.
Ketika dikonfirmasi seputar fee, Lin Che Wei, Dirut PT Danareksa, induk
Danareksa Sekuritas, yang ditemui di lobi Kantor Menneg BUMN pada pekan
lalu, mengatakan tidak dapat berkomentar soal itu.
|