|
Kepemilikan investor asing pada surat utang negara (SUN)
hingga akhir April 2006 naik menjadi Rp49,66 triliun atau 12,33% dari
total obligasi negara yang beredar di pasar, naik dari 8,71% pada akhir
Januari 2006.
Data Direktorat Pengelolaan SUN (DP-SUN) Depkeu menunjukkan tren
kepemilikan SUN dari investor lainnya justru cenderung menurun, di saat
investor asing ramai melakukan aksi beli dalam periode empat bulan
pertama tahun ini.
Porsi kepemilikan industri asuransi pada SUN turun menjadi 7,96% atau
Rp32,07 triliun pada akhir April dari sebelumnya Rp32,47 triliun atau
mencapai 8,13% dari total obligasi beredar pada saat itu.
Kepemilikan obligasi perbankan juga berkurang dari Rp289,8 triliun per
akhir Januari 2006 menjadi Rp277 triliun per akhir bulan lalu.
Sejumlah pelaku di pasar sekunder SUN mengatakan aksi beli investor
asing tersebut masih terus berlanjut hingga paruh pertama bulan ini,
seiring dengan maraknya transaksi di pasar saham.
Namun, memasuki paruh kedua Mei atau tepatnya mulai awal pekan lalu,
para investor asing tersebut mulai melakukan aksi jual bersamaan dengan
anjloknya pasar saham Indonesia.
Kepala Riset Surat Utang PT Mandiri Sekuritas Paulus Nurwadono
mengatakan salah satu motor penggerak aksi jual di pasar sekunder
adalah investor asing yang sebelumnya aktif melakukan pembelian.
Terkoreksi
Aksi jual tersebut membuat harga sejumlah SUN di pasar sekunder
sepanjang pekan lalu mengalami koreksi yang cukup dalam.
Data Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) menunjukkan
harga SUN seri FR0034 yang akan jatuh tempo pada Juni 2021 turun
menjadi 105,67% pada akhir pekan lalu dari 106,4% pada awal pekan.
Obligasi negara seri FR0002 yang jatuh tempo pada Juni 2009 juga
mengalami penurunan harga menjadi 105,61% dari 106,94%. Harga SUN seri
FR0026 bahkan turun hingga menjadi 94,84% dari 97,11%.
"Investor asing cenderung melakukan aksi jual. Tidak ada lagi dana
masuk dari investor asing sejak Senin [pekan lalu]," ujar Ricky Dahlan
dari PT Trimegah Securites, se-perti dikutip dari Bloomberg.
Aksi jual tersebut dipicu oleh kekhawatiran pelemahan nilai tukar
rupiah akan terus berlanjut, sehingga akan membuat tingkat pengembalian
para investor asing tersebut berkurang pada saat ditukarkan kembali
dalam bentuk dolar AS.
Sementara itu, di pasar saham sepanjang pekan lalu, investor asing
membukukan nilai transaksi jual bersih (net selling) hingga Rp221,85
miliar dengan total nilai transaksi beli Rp4,84 triliun dan nilai
transaksi jual Rp5,06 triliun.
|