Index

 20 May 2006

 
Asing terus buru SUN, kuasai 12,33% 
Bisnis

Kepemilikan investor asing pada surat utang negara (SUN) hingga akhir April 2006 naik menjadi Rp49,66 triliun atau 12,33% dari total obligasi negara yang beredar di pasar, naik dari 8,71% pada akhir Januari 2006.

Data Direktorat Pengelolaan SUN (DP-SUN) Depkeu menunjukkan tren kepemilikan SUN dari investor lainnya justru cenderung menurun, di saat investor asing ramai melakukan aksi beli dalam periode empat bulan pertama tahun ini.

Porsi kepemilikan industri asuransi pada SUN turun menjadi 7,96% atau Rp32,07 triliun pada akhir April dari sebelumnya Rp32,47 triliun atau mencapai 8,13% dari total obligasi beredar pada saat itu.

Kepemilikan obligasi perbankan juga berkurang dari Rp289,8 triliun per akhir Januari 2006 menjadi Rp277 triliun per akhir bulan lalu.

Sejumlah pelaku di pasar sekunder SUN mengatakan aksi beli investor asing tersebut masih terus berlanjut hingga paruh pertama bulan ini, seiring dengan maraknya transaksi di pasar saham.

Namun, memasuki paruh kedua Mei atau tepatnya mulai awal pekan lalu, para investor asing tersebut mulai melakukan aksi jual bersamaan dengan anjloknya pasar saham Indonesia.


Kepala Riset Surat Utang PT Mandiri Sekuritas Paulus Nurwadono mengatakan salah satu motor penggerak aksi jual di pasar sekunder adalah investor asing yang sebelumnya aktif melakukan pembelian.

Terkoreksi

Aksi jual tersebut membuat harga sejumlah SUN di pasar sekunder sepanjang pekan lalu mengalami koreksi yang cukup dalam.

Data Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) menunjukkan harga SUN seri FR0034 yang akan jatuh tempo pada Juni 2021 turun menjadi 105,67% pada akhir pekan lalu dari 106,4% pada awal pekan.

Obligasi negara seri FR0002 yang jatuh tempo pada Juni 2009 juga mengalami penurunan harga menjadi 105,61% dari 106,94%. Harga SUN seri FR0026 bahkan turun hingga menjadi 94,84% dari 97,11%.

"Investor asing cenderung melakukan aksi jual. Tidak ada lagi dana masuk dari investor asing sejak Senin [pekan lalu]," ujar Ricky Dahlan dari PT Trimegah Securites, se-perti dikutip dari Bloomberg.

Aksi jual tersebut dipicu oleh kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah akan terus berlanjut, sehingga akan membuat tingkat pengembalian para investor asing tersebut berkurang pada saat ditukarkan kembali dalam bentuk dolar AS.

Sementara itu, di pasar saham sepanjang pekan lalu, investor asing membukukan nilai transaksi jual bersih (net selling) hingga Rp221,85 miliar dengan total nilai transaksi beli Rp4,84 triliun dan nilai transaksi jual Rp5,06 triliun.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com