|
Mandala Multifinance optimistis akan mampu merealisasikan
target pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 20% sampai akhir tahun
ini.
Presiden Direktur PT Mandala Multifinance Tbk Harryjanto Lesmana
mengungkapkan sampai akhir triwulan pertama tahun ini berhasil
menyalurkan pembiayaan sepeda motor sebanyak 17.775 unit.
Angka tersebut meningkat 20% dibanding realisasi pembiayaan yang
disalurkan selama periode yang sama tahun lalu.
Dia mengakui dampak kenaikan harga BBM pada Oktober lalu secara umum
masih terasa hingga kuartal pertama tahun ini.
Meski begitu, kondisi itu sudah tidak terlalu terlihat pada realisasi
pertumbuhan penjualan perusahaan.
Tekanan suku bunga tinggi yang sudah mulai mengendur diyakini menjadi
faktor utama yang mendorong peningkatan permintaan pembiayaan. Di sisi
lain, kondisi itu juga membuat perusahaan pembiayaan dapat memperoleh
sumber pembiayaan dari perbankan dengan biaya bunga yang lebih rendah.
Dengan begitu, dia optimistis akan mampu menggenjot pertumbuhan
penyaluran pembiayaan sebesar 20% sampai akhir tahun ini.
PT Mandala Multifinance selama 2005 berhasil membukukan lonjakan laba
bersih sebesar 117,17% menjadi Rp43 miliar.
Pada tahun sebelumnya, laba bersih yang diraih perusahaan pembiayaan
itu mencapai Rp19,8 miliar.
Peningkatan laba bersih itu dipicu oleh pendapatan usaha yang melonjak
52,91%, dari Rp123,8 miliar menjadi Rp189,3 miliar.
Harryjanto mengatakan secara operasional penjualan perusahaan itu
selama tahun lalu juga tumbuh 43,9%, yaitu mencapai 99.229 unit.
"Peningkatan itu dipicu oleh pertumbuhan permintaan sepeda motor
sepanjang 2005," papar dia kemarin.
Seiring dengan peningkatan kinerja tersebut, total aset yang dibukukan
Mandala Multifinance sampai akhir tahun lalu juga tumbuh 49,63% menjadi
Rp582,2 miliar.
Di sisi piutang, sampai akhir tahun lalu portofolio piutang pembiayaan
konsumen perusahaan itu mencapai Rp1,7 triliun, meningkat dibandingkan
2004 yang tercatat sebesar Rp1 triliun.
|