|
Bank Indonesia memilih langkah berhati-hati dalam mengambil
keputusan penurunan suku bunga BI Rate meskipun faktor inflasi dan
nilai tukar rupiah dinilai telah cukup kondusif.
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom,
mengatakan pihaknya tidak begitu saja menggunakan indikator turunnya
tingkat inflasi dan menguatnya nilai tukar rupiah sebagai penentu
penurunan suku bunga.
Dia menyebutkan tingkat suku bunga BI Rate diputuskan dengan
mempertimbangkan semua aspek termasuk faktor eksternal seperti Fed
Fund, harga minyak dan ketidakseimbangan global.
Miranda menjelaskan bank sentral cukup puas dengan pencapaian
ekspektasi tingkat inflasi yang rendah serta kembali menguatnya nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini.
Pergerakan inflasi & suku bunga (%)
Periode Inflasi tahunan BI Rate
Oktober 2005 17,89 11,00
November 2005 18,38 12,25
Desember 2005 17,11 12,75
Januari 2006 17,03 12,75
Februari 2006 17,9 12,75
Maret 2006 15,74 12,75
April 2006 15,40 12,75
Mei 2006 15,60 12,50
Sumber: Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, 2006
"Ini yang membuat kita sangat senang untuk menurunkan suku bunga tapi
itu baru akan ditentukan besok [hari ini]," kata dia, kemarin.
Rencananya, Bank Indone-sia hari ini menggelar rapat Dewan Gubernur
yang dilakukan reguler awal bulan di mana salah satu agendanya mengenai
patokan suku bunga.
Bulan lalu, bank sentral memutuskan posisi BI Rate di level 12,50% atau
sama dengan bulan sebelumnya.
Menurut Miranda, bank sentral tetap memiliki keyakinan ruang untuk
penurunan suku bunga BI Rate masih terbuka lebar sehingga suku bunga
perbankan pun tidak lagi tinggi.
"Tanda-tanda bahwa kita memiliki peluang itu dapat dilihat dari apakah
nilai tukar sudah agak stabil, apakah permintaan konsumen itu sudah
makin meningkat, apakah stimulus fiskal berjalan atau tidak," paparnya.
Secara terpisah, ekonom Stanchard Fauzi Ichsan mengatakan bank sentral
perlu mengambil langkah moderat dengan mempertahankan patokan suku
bunga tersebut.
"Kalau BI Rate diturunkan tapi rupiahnya lemah kan sulit untuk BI
menaikkan suku bunga kembali dan harus intervensi, jadi sebaiknya BI
Rate tetap dipertahankan di posisi 12,5% menunggu hingga Fed Fund telah
mencapai puncaknya," ujar dia.
|