Index

 04 July 2006

 
BI hati-hati turunkan bunga 
Bisnis

Bank Indonesia memilih langkah berhati-hati dalam mengambil keputusan penurunan suku bunga BI Rate meskipun faktor inflasi dan nilai tukar rupiah dinilai telah cukup kondusif.

Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom, mengatakan pihaknya tidak begitu saja menggunakan indikator turunnya tingkat inflasi dan menguatnya nilai tukar rupiah sebagai penentu penurunan suku bunga.

Dia menyebutkan tingkat suku bunga BI Rate diputuskan dengan mempertimbangkan semua aspek termasuk faktor eksternal seperti Fed Fund, harga minyak dan ketidakseimbangan global.

Miranda menjelaskan bank sentral cukup puas dengan pencapaian ekspektasi tingkat inflasi yang rendah serta kembali menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini.

Pergerakan inflasi & suku bunga (%)
Periode    Inflasi tahunan    BI Rate
Oktober 2005    17,89    11,00
November 2005    18,38    12,25
Desember 2005    17,11    12,75
Januari 2006    17,03    12,75
Februari 2006    17,9    12,75
Maret 2006    15,74    12,75
April 2006    15,40    12,75
Mei 2006    15,60    12,50
Sumber: Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, 2006

"Ini yang membuat kita sangat senang untuk menurunkan suku bunga tapi itu baru akan ditentukan besok [hari ini]," kata dia, kemarin.

Rencananya, Bank Indone-sia hari ini menggelar rapat Dewan Gubernur yang dilakukan reguler awal bulan di mana salah satu agendanya mengenai patokan suku bunga.

Bulan lalu, bank sentral memutuskan posisi BI Rate di level 12,50% atau sama dengan bulan sebelumnya.

Menurut Miranda, bank sentral tetap memiliki keyakinan ruang untuk penurunan suku bunga BI Rate masih terbuka lebar sehingga suku bunga perbankan pun tidak lagi tinggi.

"Tanda-tanda bahwa kita memiliki peluang itu dapat dilihat dari apakah nilai tukar sudah agak stabil, apakah permintaan konsumen itu sudah makin meningkat, apakah stimulus fiskal berjalan atau tidak," paparnya.

Secara terpisah, ekonom Stanchard Fauzi Ichsan mengatakan bank sentral perlu mengambil langkah moderat dengan mempertahankan patokan suku bunga tersebut.

"Kalau BI Rate diturunkan tapi rupiahnya lemah kan sulit untuk BI menaikkan suku bunga kembali dan harus intervensi, jadi sebaiknya BI Rate tetap dipertahankan di posisi 12,5% menunggu hingga Fed Fund telah mencapai puncaknya," ujar dia.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com