|
Newmont Mining Corporation akhirnya menjual 90% saham di PT
Newmont Horas Nauli kepada konsorsium Agincourt Resources Ltd
(Australia) dan Grup Dharmawangsa US$76,5 juta.
Vice President Operations NMC untuk wilayah Indonesia dan Australia
Robert Gallagher mengatakan proses penentuan pemenang dilakukan Newmont
setelah memerhatikan pertimbangan yang disampaikan pemerintah Indonesia
sebagai pemegang kedaulatan atas kekayaan alamnya.
"Kami bersyukur bahwa akhirnya proses penjualan saham untuk pengelolaan
tambang PT NHN dapat diselesaikan. Semakin cepat potensi tambang di
wilayah NHN dapat dikembangkan tentu semakin cepat pula dapat
memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara Indonesia," ujarnya dalam
siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin.
Dengan hasil itu, konsorsium PT Aneka Tambang Tbk dengan perusahaan
asal Afrika Selatan gagal mengambil alih tambang emas Martabe milik NHN.
Sebelumnya, ada lima perusahaan yang menjadi peserta lelang yaitu
konsorsium PT Aneka Tambang, Agincourt Resources Limited, Avocet
Resources, Herald Resources Ltd, serta Merukh Enterprises.
Menanggapi hasil lelang itu, Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi
pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Simon F. Sembiring
menyatakan keputusan itu memang di tangan NMC sebagai pemilik saham
karena pemerintah telah menentukan dua kandidat yang layak dari lima
yang mengajukan penawaran.
Sebelumnya, NMC melalui Newmont South East Asia Pte Ltd memiliki 90%
saham di NHN.
Saham inilah yang dilepas oleh NMC kepada konsorsium Agincourt dan Grup
Dharmawangsa yang masing-masing kini menguasai 45%.
Sisanya sebanyak 5% masih dipegang oleh anak perusahaan NMC lainnya, PT
Newmont Pacific Nusantara dan 5% dikuasai oleh konsorsium Southeast
Resource Pte Ltd dengan pengusaha Indonesia, keluarga Tahija.
|