|
Pemerintah menjadwalkan menjual sebagian kecil kepemilikan
sahamnya di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada akhir bulan depan.
Dananya untuk memenuhi target rencana privatisasi tahun ini sebesar Rp3
triliun.
Dalam surat No.S-279/MBU/2006 tertanggal 12 Juli dari Menneg BUMN
Sugiharto, yang ditujukan kepada Menkeu Sri Mulyani Indrawati,
disebutkan dengan jelas jadwal pelaksanaan divestasi lanjutan 5,31%
saham atau 185,8 juta lembar saham PGN melalui accelerated global
tender yang dimulai pada pekan kedua hingga keempat Agustus.
Surat itu juga mengungkapkan adanya permintaan Sugiharto terhadap
Menkeu agar membantu penyelesaian peraturan pemerintah (PP) terkait
penyertaan modal negara yang berasal dari daftar isian proyek.
Tujuan dari penyertaan modal negara tersebut adalah meningkatkan jumlah
kepemilikan saham pemerintah di PGN. Setelah porsi saham itu meningkat,
pemerintah dapat menjual sebagian kecil dari sahamnya ke bursa sehingga
kepemilikan pemerintah di BUMN distribusi gas itu tetap di atas 51%.
Laporan laba rugi konsolidasi (Rp)
Keterangan 2005 2004
Pendapatan 5,43 triliun 4,45 triliun
Laba bersih 862,01 miliar 474,33
miliar
Laba bersih per saham dasar 193 110
Sumber: Laporan keuangan PT PGN Tbk
Ketika dikonfirmasi pada Jumat pekan lalu, Sekretaris Menneg BUMN
Muhammad Said Didu membenarkan isi surat tersebut.
Menurut dia, masih terdapat empat daftar isian proyek PGN yang belum
ditetapkan statusnya yang dapat dikonversi menjadi saham.
"Melalui surat, kami meminta Menkeu Sri Mulyani Indrawati untuk
membantu percepatan konversi saham. Saya belum mengetahui nilainya,
tetapi terdapat empat proyek yang dapat dikonversi menjadi saham.
Sehingga pada saat saham PGN akan dijual, kepemilikan pemerintah di
BUMN itu masih lebih dari 51%," tuturnya kepada Bisnis sebelum Jumatan
di Kantor Menneg BUMN, pekan lalu.
Daftar isian proyek yang akan dikonversi menjadi saham PGN adalah
pembangunan jaringan distribusi gas di Sumatra Utara (Medan), Jawa
Timur (Surabaya), Sumatra Selatan (Palembang), Jakarta, dan Jawa Barat
(Bogor dan Cirebon).
Upaya itu, tuturnya, merupakan niat Kantor Menneg BUMN dalam memenuhi
rencana privatisasi Rp3 triliun dan masih menunggu persetujuan DPR.
Disetujui
DPR
Penjualan 5,31% saham PGN itu telah disetujui oleh DPR. Namun,
pemerintah belum tentu akan melepas semuanya. "Bisa saja dari 5,31%
itu, kami akan lepas sebagian kecil. Divestasi itu hanya buat saham
pemerintah, tidak ada saham baru yang akan diterbitkan PGN."
Menanggapi konversi proyek itu, Dirut PGN W.M.P. Simandjuntak
mengatakan prosesnya belum selesai dan saat ini masih berjalan.
Rapat pendahuluan dan penunjukan konsultan penunjang yang akan membantu
pemerintah dalam divestasi saham PGN dijadwalkan pada bulan ini.
Sisa saham PGN sebenarnya akan dilepas Sugiharto pada akhir tahun lalu.
Bahkan, waktu itu Kantor Menneg BUMN telah menyeleksi sejumlah broker
lokal termasuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT
Mandiri Sekuritas sebagai calon lead arranger.
Hasil penilaian dari seleksi yang dilakukan tim internal Kantor Menneg
BUMN menunjukkan Bahana Securities menempati posisi teratas yang
disusul perserta lainnya seperti Mandiri dan Danareksa.
Namun, tanpa alasan yang jelas Sugiharto menghentikan begitu saja
proses seleksi tersebut dan mendiamkan hal itu hingga kini.
Analis Trimegah Securities Sebastian Tobing mengatakan rencana
divestasi PT PGN Tbk diyakini mampu memperbaiki kinerja perusahaan
bahkan laba bersih diperkirakan dapat tercapai Rp2 triliun lebih tinggi
dari proyeksi semula Rp1 triliun.
"Saya belum mengetahui tentang keputusan divestasi tersebut, kalaupun
memang itu dilaksanakan, kinerja PT PGN Tbk diperkirakan akan meningkat
lebih tinggi dari target semula yaitu Rp1 triliun," ujarnya, kemarin.
Menurut dia, PT PGN Tbk akan mempergunakan hasil divestasi untuk
pengembangan usaha khususnya untuk pembangunan transmisi berikutnya
yaitu dari Duri-Medan, Grissik-Duri dan Grissik-Singapura.
Harga saham PT PGN Tbk per 21 Juli mencapai Rp11.050 per lembar naik
dibandingkan penutupan Kamis yaitu Rp10.950 per lembar. Total divestasi
PT PGN Tbk dengan merujuk harga saham pada Jumat mencapai Rp2,05 triliun.
|