Index

 23 July 2006

 
Pemerintah jual PGN akhir bulan depan 
Bisnis

Pemerintah menjadwalkan menjual sebagian kecil kepemilikan sahamnya di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada akhir bulan depan. Dananya untuk memenuhi target rencana privatisasi tahun ini sebesar Rp3 triliun.

Dalam surat No.S-279/MBU/2006 tertanggal 12 Juli dari Menneg BUMN Sugiharto, yang ditujukan kepada Menkeu Sri Mulyani Indrawati, disebutkan dengan jelas jadwal pelaksanaan divestasi lanjutan 5,31% saham atau 185,8 juta lembar saham PGN melalui accelerated global tender yang dimulai pada pekan kedua hingga keempat Agustus.

Surat itu juga mengungkapkan adanya permintaan Sugiharto terhadap Menkeu agar membantu penyelesaian peraturan pemerintah (PP) terkait penyertaan modal negara yang berasal dari daftar isian proyek.

Tujuan dari penyertaan modal negara tersebut adalah meningkatkan jumlah kepemilikan saham pemerintah di PGN. Setelah porsi saham itu meningkat, pemerintah dapat menjual sebagian kecil dari sahamnya ke bursa sehingga kepemilikan pemerintah di BUMN distribusi gas itu tetap di atas 51%.

Laporan laba rugi konsolidasi (Rp)
Keterangan    2005    2004
Pendapatan    5,43 triliun    4,45 triliun
Laba bersih    862,01 miliar    474,33 miliar
Laba bersih per saham dasar    193    110
Sumber: Laporan keuangan PT PGN Tbk

Ketika dikonfirmasi pada Jumat pekan lalu, Sekretaris Menneg BUMN Muhammad Said Didu membenarkan isi surat tersebut.

Menurut dia, masih terdapat empat daftar isian proyek PGN yang belum ditetapkan statusnya yang dapat dikonversi menjadi saham.

"Melalui surat, kami meminta Menkeu Sri Mulyani Indrawati untuk membantu percepatan konversi saham. Saya belum mengetahui nilainya, tetapi terdapat empat proyek yang dapat dikonversi menjadi saham. Sehingga pada saat saham PGN akan dijual, kepemilikan pemerintah di BUMN itu masih lebih dari 51%," tuturnya kepada Bisnis sebelum Jumatan di Kantor Menneg BUMN, pekan lalu.

Daftar isian proyek yang akan dikonversi menjadi saham PGN adalah pembangunan jaringan distribusi gas di Sumatra Utara (Medan), Jawa Timur (Surabaya), Sumatra Selatan (Palembang), Jakarta, dan Jawa Barat (Bogor dan Cirebon).

Upaya itu, tuturnya, merupakan niat Kantor Menneg BUMN dalam memenuhi rencana privatisasi Rp3 triliun dan masih menunggu persetujuan DPR.

Disetujui DPR

Penjualan 5,31% saham PGN itu telah disetujui oleh DPR. Namun, pemerintah belum tentu akan melepas semuanya. "Bisa saja dari 5,31% itu, kami akan lepas sebagian kecil. Divestasi itu hanya buat saham pemerintah, tidak ada saham baru yang akan diterbitkan PGN."

Menanggapi konversi proyek itu, Dirut PGN W.M.P. Simandjuntak mengatakan prosesnya belum selesai dan saat ini masih berjalan.

Rapat pendahuluan dan penunjukan konsultan penunjang yang akan membantu pemerintah dalam divestasi saham PGN dijadwalkan pada bulan ini.

Sisa saham PGN sebenarnya akan dilepas Sugiharto pada akhir tahun lalu. Bahkan, waktu itu Kantor Menneg BUMN telah menyeleksi sejumlah broker lokal termasuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai calon lead arranger.

Hasil penilaian dari seleksi yang dilakukan tim internal Kantor Menneg BUMN menunjukkan Bahana Securities menempati posisi teratas yang disusul perserta lainnya seperti Mandiri dan Danareksa.

Namun, tanpa alasan yang jelas Sugiharto menghentikan begitu saja proses seleksi tersebut dan mendiamkan hal itu hingga kini.

Analis Trimegah Securities Sebastian Tobing mengatakan rencana divestasi PT PGN Tbk diyakini mampu memperbaiki kinerja perusahaan bahkan laba bersih diperkirakan dapat tercapai Rp2 triliun lebih tinggi dari proyeksi semula Rp1 triliun.

"Saya belum mengetahui tentang keputusan divestasi tersebut, kalaupun memang itu dilaksanakan, kinerja PT PGN Tbk diperkirakan akan meningkat lebih tinggi dari target semula yaitu Rp1 triliun," ujarnya, kemarin.

Menurut dia, PT PGN Tbk akan mempergunakan hasil divestasi untuk pengembangan usaha khususnya untuk pembangunan transmisi berikutnya yaitu dari Duri-Medan, Grissik-Duri dan Grissik-Singapura.

Harga saham PT PGN Tbk per 21 Juli mencapai Rp11.050 per lembar naik dibandingkan penutupan Kamis yaitu Rp10.950 per lembar. Total divestasi PT PGN Tbk dengan merujuk harga saham pada Jumat mencapai Rp2,05 triliun.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com