Index

 23 August 2006

 
Kementerian BUMN selidiki tender di Telkom
Bisnis

Kementerian BUMN diketahui tengah menginvestigasi proses tender pembangunan jaringan telekomunikasi akses nirkabel tetap

Flexi Telkom, karena diduga terjadi penyimpangan.

Staf Khusus Menneg BUMN Bidang Pengolahan Data dan Informasi Lendo Novo mengungkapkan penyelidikan itu dilakukan menyusul

adanya laporan yang menyatakan dua peserta tender mundur, karena menilai ada penyimpangan dalam proses tersebut.

"Kami telah mengadakan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya kerugian negara mulai kemarin [24 Agustus] dan biasanya

mencapai hasil akhir dalam dua bulan ke depan," ujarnya, akhir pekan lalu.

Penyelidikan itu, menurut Lendo, merupakan bagian dari kebijakan Kementerian BUMN untuk mencegah terjadinya korupsi di

lingkungan perusahaan negara, sekaligus sebagai upaya mendorong tercapainya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate

governance).

Bila pemerintah membutuhkan data awal secepatnya, katanya, tim dapat menyajikan hasil sementara dalam dua minggu ke depan.

Tim investigasi itu terdiri atas 10 orang yang berasal dari berbagai bidang seperti kepolisian, kejaksaan, dan tenaga ahli di

berbagai bidang.

Tidak tanggapi

Saat dihubungi Bisnis, Dirut PT Telkom Tbk Arwin Rasyid tidak bersedia memberikan tanggapan dengan alasan dia sedang berada

di Eropa. "Tanyakan saja masalah itu kepada staf saya di Jakarta," katanya.

Sumber Bisnis di PT Telkom Tbk mengungkapkan dalam suatu forum Arwin mengatakan investigasi itu hanya untuk melayani

kepentingan beberapa pihak.

Namun, Head of Investor Relations PT Telkom Tbk Rochiman Sukarno menyatakan dia tidak mengetahui investigasi terhadap proses

tender tersebut.

Hanya saja, dia pernah menegaskan bahwa dalam menentukan kriteria pemenang tender, PT Telkom Tbk selalu mendasarkan pada

aspek kualitas, di mana ukuran untuk hal tersebut sangat luas.

"Telkom juga akan selalu mempertimbangkan masalah harga dan pengiriman agar dapat segera melayani pasar tepat pada waktunya

sesuai target awal."

Rochiman menyatakan penilaian akhir pemenang tender itu diusahakan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi

perusahaan.

Tender BTS

PT Telkom Tbk menyelenggarakan tender pembangunan 1.000 unit BTS (base transceiver station) Flexi untuk wilayah DKI Jakarta,

Jawa Barat, dan Banten dua pekan lalu. Tetapi karena sesuatu hal, tender tersebut dibatalkan dan diundur hingga waktu yang

belum ditentukan.

Awalnya terdapat tiga peserta tender, yaitu ZTE, Huawei, dan Samsung. Tetapi belakangan dua peserta, yaitu Huawei dan

Samsung, mengundurkan diri dengan alasan yang belum jelas. PT Telkom Tbk memperkirakan investasi untuk satu BTS Flexi bisa

mencapai Rp1 miliar-Rp2 miliar.

Pembangunan jaringan baru ini penting bagi PT Telkom Tbk menyusul rencana migrasi frekuensi Flexi di tiga provinsi itu dari

pita 1.900 MHz ke 800 MHz yang sebelumnya diperkirakan dimulai akhir tahun ini.

Migrasi layanan Flexi Telkom dari 1.900 MHz ke 800 MHz milik PT Mobile-8 merupakan akibat dari penataan spektrum 2,1 GHz oleh

pemerintah untuk keperluan penyelenggaraan telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G).

PT Telkom Tbk akan menempatkan 1.000 unit BTS itu di sejumlah titik di Jabotabek, Banten, dan Jawa Barat. Saat ini, PT Telkom

Tbk memiliki sekitar 564 unit BTS untuk layanan Flexi di Jabotabek dan Jawa Barat.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Deddy Djamaluddin mengatakan tender yang diselenggarakan oleh setiap

operator telekomunikasi harus dijalankan secara terbuka dan adil.

"Tender harus dilakukan secara selektif tanpa diskriminasi terhadap penyedia perangkat telekomunikasi tertentu. Pemenang

tender penyedia jaringan harus merupakan perusahaan yang bisa dipercaya, memiliki kemampuan teknis yang memadai, dan

menawarkan harga yang kompetitif, sehingga akan terhindar dari KKN," ujarnya, belum lama ini.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com