Index

 01 September 2006

 
BEI moves fast in third bond sale
Bisnis

Rencana merger PT Bumi Resources Tbk dan PT Energi Mega Persada Tbk diundur dari jadwal semula karena valuasi ulang yang harus dilakukan menyusul batalnya divestasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

Direktur Keuangan Bumi Eddie Soebari mengatakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bumi, yang dijadwalkan pada 19 September tentang merger dengan Energi Mega, akan diundur.

"Saya perkirakan mundur [RUPSLB]. Kami memerlukan waktu untuk revaluasi. Saya masih berharap masih tahun ini, tetapi kapan saya belum mengetahui," tuturnya seusai paparan publik kedua perusahaan itu kemarin.

Rencana semula, penggabungan usaha antara Bumi dan Energi menggunakan rasio satu saham energi dengan satu saham Bumi.

Menurut Eddie, valuasi merger tentu harus ada perubahan, karena perhitungan yang lalu tentu tidak valid lagi. "Jika revaluasi memerlukan waktu satu bulan, merger diperkirakan rampung November-Desember."

Kepala Biro Penilaian Keuangan Sektor Riil Bapepam-LK Nurhaida mengatakan otoritas pasar modal juga akan meminta agar ada penilaian ulang terhadap saham karena gagalnya divestasi tersebut akan memengaruhi harga.

Menurut dia, pelaksanaan merger bisa ditunda dari yang ditetapkan, karena Bapepam tentunya akan meminta dokumen lainnya, khususnya terkait dengan penilaian saham.

Pada Maret lalu, Bumi dan Borneo meneken kesepakatan perjanjian jual beli KPC dan Arutmin dengan harga US$3,25 miliar. Kemudian transaksi itu batal karena keduanya tidak sepakat soal harga.

Kinerja buruk

Direktur Utama Bumi Ary S. Hudaya membantah KPC dan Arutmin memiliki kinerja buruk hingga menurunkan nilai jual kedua perusahaan itu. "Saya percaya diri dengan kondisi perusahaan sekarang," tuturnya seusai paparan publik, kemarin.

Dia menjelaskan anak usahanya itu masih memiliki resource batu bara dalam jumlah besar, yakni melampaui lima miliar ton, sehingga nilai jualnya masih sangat besar.

Ary Hudaya juga menolak isu kedua anak usahanya itu mengalami gagal bayar (default). Buktinya, kata dia, bank-bank selama ini masih mau mengucurkan dana bagi usahanya.

Sementara itu, manajemen Bumi juga menolak berkomentar ketika ditanya soal Borneo yang meminta penurunan harga pembelian dari semula US$3,25 miliar.

Bahkan Eddie tidak bersedia menanggapi soal pembiayaan Borneo.

Presdir Renaissance Capital dan Presdir Borneo Samin Tan menegaskan tak ada masalah dengan pendanaan. "Kami hanya tidak sepakat masalah working capital," tegasnya kepada Bisnis.

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com