Index

 04 September 2006

 
'Nilai wajar PGN Rp18.000/saham'
Bisnis

Nilai wajar saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) diperkirakan mencapai Rp18.000 per saham. Pemerintah berencana melepas 5,31% saham BUMN itu pada kuartal keempat tahun ini.

Menneg BUMN Sugiharto mengatakan pemerintah sedang menunggu momentum yang tepat karena pricing, sizing, dan timing merupakan tiga hal yang harus menjadi perhatian utama sebelum melepaskan saham ke pasar.

"Harga saham PGN saat ini kan cenderung turun ke posisi Rp12.000 dari posisi Rp14.000 per saham. Menurut beberapa analis, nilai wajar saham PGN, kalau saya tidak salah, berada pada posisi Rp18.000. Jadi saya kira kami menunggu momentum," ujarnya kemarin.

Dia memastikan akan melepaskan kepemilikan saham pemerintah pada empat bulan terakhir tahun ini yaitu pada periode September-Desember 2006.

Sugiharto enggan untuk menyebutkan berapa jumlah saham yang akan dilepas karena masih dihitung dan terkait juga dengan rencana untuk konversi saham dari target pemerintah yang ada dalam prospektus yang saat ini secara paralel sedang diajukan ke Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

"Berapa besarnya yang akan dilaksanakan masih dihitung karena ada rencana untuk konversi saham, jadi belum selesai dilakukan."

Berkaitan dengan penasihat keuangan yang akan ditunjuk, Menneg BUMN mengatakan pertimbangan utama tentunya akan didasarkan pada penawar tertinggi.

Sugiharto mengatakan Kantor Menneg BUMN akan berkonsultasi dengan Komite Privatisasi yang dibentuk oleh Menko Perekonomian Boediono berkaitan dengan metode pelepasan saham yang akan pergunakan.

"Saya akan lihat opsi yang paling baik. Saya tidak menentukan preferred option dan yang paling penting memenuhi target pemerintah, syukur-syukur melebihi," ujarnya.

Harga saham perusahaan yang berkode PGAS kemarin ditutup pada posisi Rp12.550 per saham, naik dibandingkan penutupan Selasa yaitu pada posisi Rp12.500 per saham.

Naik tiga kali

Laba bersih PGN semester pertama tahun ini naik tiga kali lipat karena BUMN itu menjual gas lebih banyak pada harga yang lebih tinggi.

Dalam pernyataan resmi seperti dikutip Bloomberg, Direktur Keuangan PGN Djoko Pramono mengatakan laba bersih naik ke Rp1,09 triliun dari hanya Rp347 miliar pada semester pertama tahun lalu. Pendapatan dari penjualan gas dan biaya transmisi naik ke Rp3,37 triliun dari Rp2,53 triliun.

Perusahaan itu mendapatkan keuntungan valas Rp111 miliar pada enam bulan pertama 2006 dibandingkan rugi kurs Rp80 miliar.

Dalam risetnya CLSA Asia-Pacific Markets yang dirilis awal bulan ini, sebutkan PGN masih berada dalam jajaran perusahaan kelas atas dengan pertumbuhan terbaik di Asia Tenggara. CLSA merupakan perusahaan penyedia jasa pialang dan bank investasi terkemuka di Asia Pasifik.

Tahun ini, CLSA memproyeksikan laba PGN akan berkurang 11%, sebagai akibat berkurangnya volume distribusi gas sebesar 25% dan asumsi biaya gas yang lebih tinggi 9%.

"Hal itu merupakan 6% dan 14% di bawah perkiraan PGN, sebagai cermin dari keterlambatan penyaluran gas melalui pipa transmisi Sumatra Selatan-Jawa Barat dari akhir 2006 menjadi triwulan II/2007," kata analis CLSA Angus Graham dalam risetnya (Bisnis, 8 Agustus).

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com