Index

 13 August 2001

 
Government running Due Diligence to KPC stock value
Kompas Cybermedia (Bahasa Indonesla only)

Pemerintah "Due Diligence" terhadap Nilai Saham KPC

Jakarta, Kompas

Pemerintah akan melakukan penelaahan secara menyeluruh (due diligence) terhadap nilai saham yang ditawarkan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sebab, pemerintah menilai tawaran PT KPC dalam kewajiban divestasi sebesar 51 persen sahamnya, masih terlalu tinggi karena belum bergerak turun dari angka 800 juta dollar AS. Hal itu diutarakan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Wimpie S Tjetjep kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/8).

Menurut Wimpie, pemerintah akan mengecek apakah harga yang ditawarkan betul-betul senilai dengan nilai produksi yang ada di pertambangan tersebut. "Hari ini (Senin), tim akan berangkat ke Kalimantan Timur untuk melakukan pengecekan langsung mengenai nilai saham. Hasil pengecekan tim ini diperkirakan akan selesai dalam tiga bulan, setelah itu pemerintah mendapatkan kesimpulan mengenai hasil due diligence tersebut," ujar Wimpie.

Dikatakan, sebenarnya harga saham memiliki patokan yang wajar, misalnya harga saham sebenarnya ditentukan dari nilai produksi yang ada di pertambangan tersebut. Selain itu, harganya juga ditentukan oleh harga pokok (benchmark price) yang dikeluarkan di Australia atau Tokyo (Jepang). Sebelumnya, Sekjen Depar-temen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Darmono mengatakan, penunjukan sa-tu tim penilai independen merupakan jalan keluar kalau kesepakatan antara pemerintah dan KPC tidak tercapai.

Tim tersebut merupakan pilihan kedua pihak, dan dijadikan sebagai wasit dalam negosiasi yang akan berlangsung. Kesepakatan antara pemerintah bisa berlarut-larut sehingga menyebabkan divestasi 51 persen saham KPC akan sulit dicapai dalam waktu dekat. Sebab, KPC bertahan dengan harga yang dinilai oleh pemerintah masih terlalu tinggi, terdapat selisih sekitar 150 juta dollar AS.

Saham kontraktor asing pertambangan batu bara ini dikuasai Rio Tinto dan BP, masing-masing 50 persen. Produksi komersialnya mulai 1 Januari 1992. Berdasarkan kontraknya, divestasi saham seharusnya sudah dimulai pada bulan Maret 1996, namun dalam berkali-kali penawaran divestasi tak ada pihak yang berminat. (boy)

 

Index

 
 
 

[Main Page] [Client Needs] [Global Presence ] [Country Focus ]
[Financial Services ][Confidentiality] [Management Team]
[Information System] [Site Map ][Contact Us ]

 

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com