|
BPPN hambat pelunasan
utang Pan Brothers Tex
Jakarta
(Bisnis) :
Badan Penyehatan Perbankan Nasional dinilai
manajemen PT Pan Brothers Tex Tbk.-dengan kode
perdagangan PBRX-menyulitkan emiten tersebut
dalam menyelesaikan utangnya karena tidak mau
mengeluarkan jaminan.
Anne Patricia Sutanto, direktur keuangan PBRX,
mengungkapkan pihaknya telah meminta BPPN untuk
mengeluarkan jaminan utangnya menyusul rencana
pelunasan utang perseroan. Namun, katanya, baik
pihak PBRX maupun BPPN belum ada kata sepakat
mengenai rencana penarikan jaminan tersebut
dari BPPN kepada PBRX.
"Kami
ingin melunasi utang kepada BPPN sebesar Rp22
miliar, namun BPPN tidak bisa memenuhi keinginan
kami, yakni saat pelunasan jaminan seharusnya
dikeluarkan," ujarnya pada acara paparan publik
di Jakarta kemarin.
Patricia
mengungkapkan utang perseroan kepada BPPN berasal
dari utang PBRX kepada Bank Pembangunan Indonesia
sebesar Rp22 miliar. Perseroan, katanya, sudah
menunjukkan itikad baik dengan segera melunasi
utang tersebut namun masih terkendala oleh penahanan
jaminan. "Bukannya kami tidak mau membayar,
kendalanya hanya mengalami kesulitan ketika
meminta jaminan tersebut dikeluarkan saat pelunasan,"
katanya.
Patricia
mengakui pengeluaran jaminan itu memang sulit
dan masih membutuhkan negosiasi. Pihak manajemen,
katanya, tidak mengalami kesulitan dalam modal
kerja. "Yang penting ada penyelesaian win-win
solution," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut
nilai dan bentuk jaminan. Dia mengungkapkan
pembayaran utang tersebut baru akan jatuh tempo
pada 2002, sejauh ini utang tersebut baru dibayar
bunganya saja.
|