Index

 22 July 1999

 
IBRA Collects Rp 8 Trillion in Funds
Kompas Cybermedia (Bahasa Indonesia Only)
BPPN Kumpulkan Dana Rp 8 Trilyun

JAKARTA: Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang diberi target mengumpulkan dana Rp 17 trilyun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 1999/2000, hingga saat ini telah mengumpulkan sekitar Rp 8 trilyun. Demikian Kepala BPPN Glenn MS Yusuf kepada Kompas, Kamis (22/7) di Jakarta.

Sebagian besar dana yang terkumpul itu, diperoleh dari Aset
Manajemen Investasi (AMI) BPPN. AMI memang bertugas menjual aset,
sedangkan Aset Manajemen Unit (AMU) bertugas menangani kredit macet perbankan.

Hingga akhir pekan lalu, BPPN baru menghimpun dana Rp 4,28
trilyun--termasuk penjualan saham PT Indofood Sukses Makmur, salah satu aset Bank Central Asia yang ditangani BPPN. Artinya, pada paruh pertama pekan ini, BPPN telah meraih dana sekitar Rp 3,72 trilyun.

"Katanya BPPN harus ngebut, ya kita ngebut. 'Kan banyak pihak mencerca BPPN, mempertanyakan hasil penjualan dan meragukan kerja BPPN," jawab Glenn, ketika ditanya bagaimana mungkin BPPN dapat mengumpulkan dana sebesar dan secepat itu hanya dalam waktu beberapa hari.

Lebih lanjut Glenn menjelaskan, dana sekitar Rp 3,72 trilyun itu merupakan realisasi dari skema penjualan aset yang jauh-jauh hari sebelumnya telah dirancang matang BPPN.
Sementara Wakil Kepala BPPN Eko S Budianto mengatakan, salah satu dari 24 debitor BPPN yang tidak kooperatif diduga terlibat penggelapan uang. Namun, Eko tidak bersedia menyebut nama perusahaan debitor itu. Eko juga tidak merinci apa tindakan BPPN terhadap penggelapan uang yang dilakukan debitor tersebut.

Eko juga menyesalkan pihak-pihak yang tidak mendukung BPPN.
Dengan derasnya cercaan banyak pihak kepada BPPN, ujar Eko, yang
paling merasa diuntungkan adalah para debitor yang tidak kooperatif.

"Beberapa debitor yang tidak kooperatif itu punya hubungan erat dengan sumber kekuasaan. Mereka sebenarnya punya uang di luar negeri, tetapi sengaja memilih tidak membayar. Mereka bermanuver dengan membikin isu BPPN begini dan begitu," kata Eko. (mon/fey)

 
 

Index

 
  
 

[Main Page] [Client Needs] [Country Focus] [Financial Services]
[Confidentiality] [Management Team] [Information System]
[Site Map] [Contact Us]

 

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com