Index

 8 November 2001

 
CGI Ask Indonesian To Be More Serious
Bisnis Indonesia Online(Bahasa Indonesia)

CGI minta RI serius

JAKARTA (Bisnis):

IMF merekomendasikan CGI untuk meneruskan dukungan bagi RI, jika pemerintah bersungguh-sungguh menjalankan program ekonomi dan reformasi struktural yang dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan. IMF di depan para anggota Consultative Group for Indonesia mengemukakan langkah awal membangun kepercayaan dibutuhkan untuk memantapkan proses reformasi struktural. "Dengan implementasi yang kuat di bidang-bidang tersebut, kami percaya program Indonesia layak terus mendapatkan dukungan komunitas internasional," ungkap pernyataan itu. Agenda hari pertama sidang kemarin adalah penyampaian presentasi kebijakan di berbagai bidang seperti fiskal-moneter, pengembangan usaha kecil-menengah, reformasi sektor peradilan, manajemen kehutanan berkelanjutan, desentralisasi, serta pemberantasan kemiskinan. Hari ini sidang dilanjutkan dengan pledging session, yang akan menetapkan besarnya komitmen CGI terhadap pembiayaan defisit APBN 2002. Sebagian besar anggota delegasi belum bersedia membuka kemungkinan besarnya pinjaman dalam pledging session ini, meskipun laporan Bank Dunia, sebagai ketua CGI, menyebutkan proposal Indonesia senilai US$3,0 miliar-US$3,5 miliar. Perwakilan IMF pada hari pertama sidang CGI kemarin prihatin atas melemahnya sentimen pasar, melemahnya rupiah yang mempersulit kebijakan untuk mendukung pertumbuhan, serta melambatnya pemulihan ekonomi. Gerak cepat Wakil Presiden Bank Dunia Jamaludin Kassum, yang memimpin sidang CGI, kemarin juga mendesak Indonesia untuk bergerak cepat dan decisive dalam memulihkan kepercayaan. "Kami di Bank Dunia percaya Indonesia hanya memiliki kesempatan sempit dalam enam bulan mendatang untuk memulihkan kepercayaan," ujarnya pada sidang tersebut. Sidang itu sendiri dihadang demonstran dari LSM, buruh, dan petani yang memblokir Jl. Budi Kemuliaan, depan gedung BI tempat berlangsungnya sidang. Mereka menuntut penghentian utang baru, karena dinilai semakin membebani rakyat Indonesia. Berbeda dengan perkembangan di luar gedung, di ruangan sidang, IMF berjanji terus membantu Indonesia dalam memenuhi pembiayaan APBN 2002. Deputi direktur IMF untuk Asia Pasifik Daniel Citrin-pimpinan misi IMF untuk review program ekonomi setelah sidang CGI ini-mengungkapkan dukungan harus disertai upaya pemerintah merealisasaikan berbagai langkah perbaikan seperti tertuang dalam letter of intent. Laporan IMF kepada anggota CGI menekankan lima kebijakan utama yang dibutuhkan untuk mengembalikan perekonomian ke jalurnya. Pertama, membuat kemajuan signifikan dalam keberlanjutan fiskal dan mengurangi beban utang pemerintah. Kedua, membuat kemajuan dalam privatisasi dan restrukturisasi aset BPPN. Ketiga, menerapkan kebijakan moneter untuk membawa kembali laju inflasi satu digit tahun depan. Keempat, memperkuat upaya untuk mengurangi kerentanan sistem perbankan dan memulihkan berfungsinya mekanisme kredit. Kelima, mempercepat upaya perbaikan iklim investasi melalui reformasi hukum dan pemerintahan. Menutur Citrin, program privatisasi BUMN dan penjualan aset BPPN belum menunjukkan hasil menggembirakan, tetapi bukan berarti harus berhenti. Untuk menutup target defisit APBN 2002 sebesar 2,5% PDB, Citrin menyebutkan selain domestic financing, pemerintah bisa mengupayakan pencairan komitmen CGI yang belum cair. Menurut Bank Dunia, komitmen CGI tahun ini yang belum cair US$2,2 miliar. Rata-rata pencairan komitmen CGI kurun waktu 1998-2001 hanya sedikit di atas 50%. Siapkan aksi Sementara itu, Menkeu Boediono mengemukakan untuk membaiayi defsiti APBN, "Kami tetap komit untuk secara agresif memobilisasi pembiayaan domestik." Menkeu menyebutkan beberapa langkah untuk menjamin tercapainya defisit 2,5% PDB, termasuk diantaranya 'pembekuan' gaji pegawai pemerintah, selain menggenjot penerimaan pajak non migas dan penerimaan laba BUMN. Tidak dijelaskan apa yang dimaksudkan dengan pembekuan (freezing) gaji pegawai pemerintah itu. Menkeu hanya menyebutkan pemerintah akan berupaya meningkatkan pajak non-migas dengan memperbaiki administrasinya, meningkatkan porsi bagian laba BUMN sebesar 50%, mengurangi subsidi yang tidak berdasarkan sasaran serta membatasi porsi transfer dana ke daerah sebesar 25%. Dalam kesempatan itu, pejabat Depkeu Jepang Hiroshi Watanabe berjanji segera mencairkan pinjaman begitu CGI menghasilkan suatu kesepakatan. Meski sebagian besar delegasi enggan membuka rencana pledging-nya, namun sejumlah negara mengungkapkan besarnya dukungan yang akan dijanjikan. Austria, misalnya, akan mengucurkan pinjaman US$20 juta, Korea Selatan US$30 juta, Spanyol US$81 juta, serta Norwegia US$3 juta. (m04/ab)

 

Index

 
 
 

[Main Page] [Client Needs] [Global Presence ] [Country Focus ]
[Financial Services ][Confidentiality] [Management Team] [Investments ]
[Information System] [Site Map ][Contact Us ]

 

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com

\