|
CGI minta RI serius
JAKARTA
(Bisnis):
IMF merekomendasikan CGI untuk meneruskan dukungan
bagi RI, jika pemerintah bersungguh-sungguh
menjalankan program ekonomi dan reformasi struktural
yang dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan.
IMF di depan para anggota Consultative Group
for Indonesia mengemukakan langkah awal membangun
kepercayaan dibutuhkan untuk memantapkan proses
reformasi struktural. "Dengan implementasi yang
kuat di bidang-bidang tersebut, kami percaya
program Indonesia layak terus mendapatkan dukungan
komunitas internasional," ungkap pernyataan
itu. Agenda hari pertama sidang kemarin adalah
penyampaian presentasi kebijakan di berbagai
bidang seperti fiskal-moneter, pengembangan
usaha kecil-menengah, reformasi sektor peradilan,
manajemen kehutanan berkelanjutan, desentralisasi,
serta pemberantasan kemiskinan. Hari ini sidang
dilanjutkan dengan pledging session, yang akan
menetapkan besarnya komitmen CGI terhadap pembiayaan
defisit APBN 2002. Sebagian besar anggota delegasi
belum bersedia membuka kemungkinan besarnya
pinjaman dalam pledging session ini, meskipun
laporan Bank Dunia, sebagai ketua CGI, menyebutkan
proposal Indonesia senilai US$3,0 miliar-US$3,5
miliar. Perwakilan IMF pada hari pertama sidang
CGI kemarin prihatin atas melemahnya sentimen
pasar, melemahnya rupiah yang mempersulit kebijakan
untuk mendukung pertumbuhan, serta melambatnya
pemulihan ekonomi. Gerak cepat Wakil Presiden
Bank Dunia Jamaludin Kassum, yang memimpin sidang
CGI, kemarin juga mendesak Indonesia untuk bergerak
cepat dan decisive dalam memulihkan kepercayaan.
"Kami di Bank Dunia percaya Indonesia hanya
memiliki kesempatan sempit dalam enam bulan
mendatang untuk memulihkan kepercayaan," ujarnya
pada sidang tersebut. Sidang itu sendiri dihadang
demonstran dari LSM, buruh, dan petani yang
memblokir Jl. Budi Kemuliaan, depan gedung BI
tempat berlangsungnya sidang. Mereka menuntut
penghentian utang baru, karena dinilai semakin
membebani rakyat Indonesia. Berbeda dengan perkembangan
di luar gedung, di ruangan sidang, IMF berjanji
terus membantu Indonesia dalam memenuhi pembiayaan
APBN 2002. Deputi direktur IMF untuk Asia Pasifik
Daniel Citrin-pimpinan misi IMF untuk review
program ekonomi setelah sidang CGI ini-mengungkapkan
dukungan harus disertai upaya pemerintah merealisasaikan
berbagai langkah perbaikan seperti tertuang
dalam letter of intent. Laporan IMF kepada anggota
CGI menekankan lima kebijakan utama yang dibutuhkan
untuk mengembalikan perekonomian ke jalurnya.
Pertama, membuat kemajuan signifikan dalam keberlanjutan
fiskal dan mengurangi beban utang pemerintah.
Kedua, membuat kemajuan dalam privatisasi dan
restrukturisasi aset BPPN. Ketiga, menerapkan
kebijakan moneter untuk membawa kembali laju
inflasi satu digit tahun depan. Keempat, memperkuat
upaya untuk mengurangi kerentanan sistem perbankan
dan memulihkan berfungsinya mekanisme kredit.
Kelima, mempercepat upaya perbaikan iklim investasi
melalui reformasi hukum dan pemerintahan. Menutur
Citrin, program privatisasi BUMN dan penjualan
aset BPPN belum menunjukkan hasil menggembirakan,
tetapi bukan berarti harus berhenti. Untuk menutup
target defisit APBN 2002 sebesar 2,5% PDB, Citrin
menyebutkan selain domestic financing, pemerintah
bisa mengupayakan pencairan komitmen CGI yang
belum cair. Menurut Bank Dunia, komitmen CGI
tahun ini yang belum cair US$2,2 miliar. Rata-rata
pencairan komitmen CGI kurun waktu 1998-2001
hanya sedikit di atas 50%. Siapkan aksi Sementara
itu, Menkeu Boediono mengemukakan untuk membaiayi
defsiti APBN, "Kami tetap komit untuk secara
agresif memobilisasi pembiayaan domestik." Menkeu
menyebutkan beberapa langkah untuk menjamin
tercapainya defisit 2,5% PDB, termasuk diantaranya
'pembekuan' gaji pegawai pemerintah, selain
menggenjot penerimaan pajak non migas dan penerimaan
laba BUMN. Tidak dijelaskan apa yang dimaksudkan
dengan pembekuan (freezing) gaji pegawai pemerintah
itu. Menkeu hanya menyebutkan pemerintah akan
berupaya meningkatkan pajak non-migas dengan
memperbaiki administrasinya, meningkatkan porsi
bagian laba BUMN sebesar 50%, mengurangi subsidi
yang tidak berdasarkan sasaran serta membatasi
porsi transfer dana ke daerah sebesar 25%. Dalam
kesempatan itu, pejabat Depkeu Jepang Hiroshi
Watanabe berjanji segera mencairkan pinjaman
begitu CGI menghasilkan suatu kesepakatan. Meski
sebagian besar delegasi enggan membuka rencana
pledging-nya, namun sejumlah negara mengungkapkan
besarnya dukungan yang akan dijanjikan. Austria,
misalnya, akan mengucurkan pinjaman US$20 juta,
Korea Selatan US$30 juta, Spanyol US$81 juta,
serta Norwegia US$3 juta. (m04/ab)
|