Index

 9 November 2001

 
IBRA Optimism To Sell BCA Stock
Bisnis Indonesia Online(Bahasa Indonesia)

BPPN Optimistis Bisa Jual Saham BCA

Jakarta, Kompas

Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) optimistis dapat menyelesaikan divestasi (penjualan saham) Bank Central Asia (BCA) pada akhir tahun 2001. Pertengahan November ini, BPPN menerima penawaran awal dari calon investor strategis. Demikian siaran pers BPPN yang ditandatangani Kepala Divisi Komunikasi BPPN, Suryo Susilo, Kamis (8/11) di Jakarta. Sebelumnya, dalam sidang forum Consultative Group on Indonesia (CGI), Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menyatakan, pemerintah kesulitan melakukan divestasi BCA sampai akhir tahun ini. Begitu juga dengan privatisasi lanjutan PT Semen Gresik karena permasalahan yang ada sangat kompleks.

Bahkan, Menteri Keuangan Boediono menyatakan kemungkinan anggaran belanja terpaksa dipangkas karena tidak tercapainya target penerimaan negara dari privatisasi dan penjualan aset di BPPN. Menurut BPPN, setelah menerima penawaran awal dari 13 calon investor lokal dan 10 investor asing yang diberikan info memo, BPPN akan menentukan short list dari para penawar yang akan masuk dalam tahap penelitian seksama dari segala aspek kegiatan, posisi keuangan, dan kinerja BCA.

Selanjutnya para calon investor diminta untuk memasukkan penawaran akhir. Setelah dilakukan pengkajian terhadap calon investor strategis tersebut, dan ditentukan pemenangnya, Bank Indonesia akan melakukan uji kelayakan dan kepantasan. Walaupun sisa waktu yang ada praktis tinggal satu bulan, BPPN optimis transaksi divestasi (perjanjian sales & purchase agreement) BCA dapat tercapai. Hanya awasi Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno menyatakan, Gubernur dan DPRD Sumatera Barat tidak mengambil alih PT Semen Padang.

Menurut dia, gubernur mendapat mandat dari DPRD Sumbar untuk mengawasi pelaksanaan operasionalnya dan tidak campur tangan dalam soal manajemen perusahaan semen tersebut. "Mereka bukan mengambil alih (pabrik) semen. Jadi sebenarnya karena ada aspirasi masyarakat, kemudian DPRD-nya mengambil sikap seperti itu, mengambil langkah-langkah. Tapi, bukan dia mengambil alih (pabrik) semen," ujar Hari Sabarno menjawab pertanyaan wartawan seusai acara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis pagi.

"(Karena diberi mandat), jadi memang sercara politis, tapi secara manajemen administrasi, operasional pabrik semen itu tetap berjalan apa adanya," katanya. Kisruh PT Semen Padang ini berkaitan dengan penolakan masyarakat Sumbar terhadap upaya pemerintah menjual sisa sahamnya 51 persen pada PT Semen Gresik kepada Cemex. Mereka juga menuntut keras dilakukannya pemisahan PT Semen Padang dari induknya, PT Semen Gresik. Hal serupa dituntut Pemda dan DPR Sulsel agar PT Semen Tonasa dilepaskan dari PT Semen Gresik. (osd/dis)

 

Index

 
 
 

[Main Page] [Client Needs] [Global Presence ] [Country Focus ]
[Financial Services ][Confidentiality] [Management Team] [Investments ]
[Information System] [Site Map ][Contact Us ]

 

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com

\