|
BPPN Optimistis Bisa
Jual Saham BCA
Jakarta,
Kompas
Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) optimistis
dapat menyelesaikan divestasi (penjualan saham)
Bank Central Asia (BCA) pada akhir tahun 2001.
Pertengahan November ini, BPPN menerima penawaran
awal dari calon investor strategis. Demikian
siaran pers BPPN yang ditandatangani Kepala
Divisi Komunikasi BPPN, Suryo Susilo, Kamis
(8/11) di Jakarta. Sebelumnya, dalam sidang
forum Consultative Group on Indonesia (CGI),
Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
menyatakan, pemerintah kesulitan melakukan divestasi
BCA sampai akhir tahun ini. Begitu juga dengan
privatisasi lanjutan PT Semen Gresik karena
permasalahan yang ada sangat kompleks.
Bahkan, Menteri Keuangan Boediono menyatakan
kemungkinan anggaran belanja terpaksa dipangkas
karena tidak tercapainya target penerimaan negara
dari privatisasi dan penjualan aset di BPPN.
Menurut BPPN, setelah menerima penawaran awal
dari 13 calon investor lokal dan 10 investor
asing yang diberikan info memo, BPPN akan menentukan
short list dari para penawar yang akan masuk
dalam tahap penelitian seksama dari segala aspek
kegiatan, posisi keuangan, dan kinerja BCA.
Selanjutnya para calon investor diminta untuk
memasukkan penawaran akhir. Setelah dilakukan
pengkajian terhadap calon investor strategis
tersebut, dan ditentukan pemenangnya, Bank Indonesia
akan melakukan uji kelayakan dan kepantasan.
Walaupun sisa waktu yang ada praktis tinggal
satu bulan, BPPN optimis transaksi divestasi
(perjanjian sales & purchase agreement) BCA
dapat tercapai. Hanya awasi Sementara itu, Menteri
Dalam Negeri Hari Sabarno menyatakan, Gubernur
dan DPRD Sumatera Barat tidak mengambil alih
PT Semen Padang.
Menurut
dia, gubernur mendapat mandat dari DPRD Sumbar
untuk mengawasi pelaksanaan operasionalnya dan
tidak campur tangan dalam soal manajemen perusahaan
semen tersebut. "Mereka bukan mengambil alih
(pabrik) semen. Jadi sebenarnya karena ada aspirasi
masyarakat, kemudian DPRD-nya mengambil sikap
seperti itu, mengambil langkah-langkah. Tapi,
bukan dia mengambil alih (pabrik) semen," ujar
Hari Sabarno menjawab pertanyaan wartawan seusai
acara penganugerahan gelar pahlawan nasional
di Istana Negara, Jakarta, Kamis pagi.
"(Karena
diberi mandat), jadi memang sercara politis,
tapi secara manajemen administrasi, operasional
pabrik semen itu tetap berjalan apa adanya,"
katanya. Kisruh PT Semen Padang ini berkaitan
dengan penolakan masyarakat Sumbar terhadap
upaya pemerintah menjual sisa sahamnya 51 persen
pada PT Semen Gresik kepada Cemex. Mereka juga
menuntut keras dilakukannya pemisahan PT Semen
Padang dari induknya, PT Semen Gresik. Hal serupa
dituntut Pemda dan DPR Sulsel agar PT Semen
Tonasa dilepaskan dari PT Semen Gresik. (osd/dis)
|