Index

 2 Oktober 2001

 
Felia : IBRA Still Continue on Developing Mother Bank
The Jakarta Post(Bahasa Indonesla only)

Felia: BPPN masih mengacu pembentukan bank induk

JAKARTA (Bisnis):

Deputi Ketua BPPN Felia Salim mengatakan penyelesaiaan bank-bank di BPPN masih mengacu kepada skenario pembentukan bank induk. "Selama ini istilah Power Bank sudah tidak digunakan lagi. BPPN tetap mengacu pada skenario pembentukan tiga jenis bank, diantaranya bank induk. Sementara saya sendiri belum bertemu dengan Pak Laksamana [Laksamana Sukardi, Menneg BUMN] mengenai pembentukan Power Bank. Namun yang jelas skenarionya masih menggunakan bank induk," jelasnya ketika dihubungi Bisnis kemarin. Felia menjelaskan penyelesaian masalah perbankan ini harus dilakukan secara hati-hati. Dia mengakui bahwa langkah merger bank memang dapat memberikan dampak positif. Namun, terkadang deposan tidak mengetahui secara menyeluruh permasalahannya. "Jangan sampai deposan bank menjadi resah karena hanya mengetahui sepotong-sepotong, sehingga justru memberi dampak negatif bagi bank. Saya sendiri tidak bisa menyebutkan nama bank, namun yang jelas program penjaminan pemerintah tetap ber-jalan," ujarnya. Hal senada dikatakan Kepala Divisi Bank Restructuring Unit BPPN Soebowo Musa yang mengatakan secara internal skenario pembentukan bank masih terus dipelajari BPPN. "Masih terlalu prematur untuk menentukan bentuk bank seperti apa, apa menjadi Power Bank atau bank induk." Menurut dia, masih banyak prioritas BRU BPPN yang lebih penting selain menentukan bentuk perbankan program rekapitalisasi ke depan. Namun Soebowo enggan menjawab mengenai waktu yang sangat mendesak bagi bank-bank rekap yang harus memenuhi ketentuan BI akhir tahun ini. "BRU mempersiapkan hal-hal lain di luar itu. Belum kita lihat apakah itu segera dibicarakan, karena secara internal sendiri kita belum bicara soal [Power Bank] itu," tambah dia. Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah disebut-sebut sedang mengkaji untuk menggabungkan enam bank di bawah BPPN membentuk Power Bank. Sumber Bisnis mengatakan bank-bank rekap kini dihadapkan pada kondisi belum tuntasnya upaya restrukturisasi, sehingga dibutuhkan langkah tambahan untuk menyelesaikan rencana itu. "Beberapa bank menghadapi masalah rendahnya LDR. Juga ada bank dengan CAR marginal meskipun fungsi intermediasinya lebih baik dibandingkan dengan bank lain. BPPN kini tengah mengkaji membentuk Power Bank yang merupakan penggabungan dari tiga bank yaitu Bank Bali, Bank Niaga dan Bank Universal. Sedangkan tiga bank rekap lain yaitu Bank Prima Express, Bank Media dan Bank Patriot akan dimasukkan ke Power Bank," ungkap sumber itu. Ketika ditanyakan mengenai hal tersebut, Presdir Bank Niaga Peter B. Stok mengatakan pembentukan Power Bank sepenuhnya tergantung dari pemegang saham. "Namun yang jelas berdasarkan letter of intent (LoI) divestasi BCA dan Bank Niaga harus rampung akhir tahun ini," jelas dia kepada Bisnis kemarin. (04/yn)

 

Index

 
 
 

[Main Page] [Client Needs] [Global Presence ] [Country Focus ]
[Financial Services ][Confidentiality] [Management Team]
[Information System] [Site Map ][Contact Us ]

 

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com

\