|
Felia: BPPN masih mengacu
pembentukan bank induk
JAKARTA
(Bisnis):
Deputi
Ketua BPPN Felia Salim mengatakan penyelesaiaan
bank-bank di BPPN masih mengacu kepada skenario
pembentukan bank induk. "Selama ini istilah
Power Bank sudah tidak digunakan lagi. BPPN
tetap mengacu pada skenario pembentukan tiga
jenis bank, diantaranya bank induk. Sementara
saya sendiri belum bertemu dengan Pak Laksamana
[Laksamana Sukardi, Menneg BUMN] mengenai pembentukan
Power Bank. Namun yang jelas skenarionya masih
menggunakan bank induk," jelasnya ketika dihubungi
Bisnis kemarin. Felia menjelaskan penyelesaian
masalah perbankan ini harus dilakukan secara
hati-hati. Dia mengakui bahwa langkah merger
bank memang dapat memberikan dampak positif.
Namun, terkadang deposan tidak mengetahui secara
menyeluruh permasalahannya. "Jangan sampai deposan
bank menjadi resah karena hanya mengetahui sepotong-sepotong,
sehingga justru memberi dampak negatif bagi
bank. Saya sendiri tidak bisa menyebutkan nama
bank, namun yang jelas program penjaminan pemerintah
tetap ber-jalan," ujarnya. Hal senada dikatakan
Kepala Divisi Bank Restructuring Unit BPPN Soebowo
Musa yang mengatakan secara internal skenario
pembentukan bank masih terus dipelajari BPPN.
"Masih terlalu prematur untuk menentukan bentuk
bank seperti apa, apa menjadi Power Bank atau
bank induk." Menurut dia, masih banyak prioritas
BRU BPPN yang lebih penting selain menentukan
bentuk perbankan program rekapitalisasi ke depan.
Namun Soebowo enggan menjawab mengenai waktu
yang sangat mendesak bagi bank-bank rekap yang
harus memenuhi ketentuan BI akhir tahun ini.
"BRU mempersiapkan hal-hal lain di luar itu.
Belum kita lihat apakah itu segera dibicarakan,
karena secara internal sendiri kita belum bicara
soal [Power Bank] itu," tambah dia. Sebelumnya
diberitakan bahwa pemerintah disebut-sebut sedang
mengkaji untuk menggabungkan enam bank di bawah
BPPN membentuk Power Bank. Sumber Bisnis mengatakan
bank-bank rekap kini dihadapkan pada kondisi
belum tuntasnya upaya restrukturisasi, sehingga
dibutuhkan langkah tambahan untuk menyelesaikan
rencana itu. "Beberapa bank menghadapi masalah
rendahnya LDR. Juga ada bank dengan CAR marginal
meskipun fungsi intermediasinya lebih baik dibandingkan
dengan bank lain. BPPN kini tengah mengkaji
membentuk Power Bank yang merupakan penggabungan
dari tiga bank yaitu Bank Bali, Bank Niaga dan
Bank Universal. Sedangkan tiga bank rekap lain
yaitu Bank Prima Express, Bank Media dan Bank
Patriot akan dimasukkan ke Power Bank," ungkap
sumber itu. Ketika ditanyakan mengenai hal tersebut,
Presdir Bank Niaga Peter B. Stok mengatakan
pembentukan Power Bank sepenuhnya tergantung
dari pemegang saham. "Namun yang jelas berdasarkan
letter of intent (LoI) divestasi BCA dan Bank
Niaga harus rampung akhir tahun ini," jelas
dia kepada Bisnis kemarin. (04/yn)
|