|
Penutupan
Unibank kejutkan nasabah
JAKARTA
(Bisnis):
Keputusan Bank Indonesia untuk membekukan kegiatan
usaha PT Bank Unibank Tbk. mengejutkan sebagian
besar nasabahnya, dan manajemen bank itu telah
memblokir ATM-nya dan semua transaksi sejak
Senin. Meski sudah ada pengumuman bahwa Unibank
tak beroperasi, masih terlihat banyak nasabah
yang datang ke kantor bank swasta itu untuk
memastikan bahwa bank tersebut memang ditutup.
Beberapa nasabah nampak bingung untuk memastikan
mengenai penutupan bank tersebut, karena bank
tersebut kini hanya dijaga oleh petugas satpam.
Salah satu nasabah Unibank yang menolak disebut
namanya mengaku sangat khawatir akan dananya
di bank tersebut.
"Yah
meskipun sudah di jamin pemerintah, tapi sampai
kapan uangnya bisa diambil," ujar dia di depan
kantor pusat Unibank di Wisma BNI lantai 22
Jl. Jend Sudirman Jakarta kemarin.. Dalam pengumuman
yang dipasang di setiap kantor cabang, direksi
Unibank meminta para nasabah untuk tetap tenang
sehubungan dengan tidak beroperasinya lagi bank
tersebut. Dalam pengumuman yang ditempel di
kantor bank itu, Direksi Unibank mengatakan
berdasarkan ketentuan dan peraturan BI, terhitung
dari 29 Oktober 2001 bank swasta itu tidak dapat
beroperasi lagi sebagaimana mestinya. Sehubungan
dengan itu, Unibank mohon perhatian para nasabah
dan relasi Unibank menyangkut segala sesuatu
atas tidak beroperasinya bank untuk umum. Segala
sesuatunya akan ditentukan dan diatur lebih
lanjut oleh BPPN, Dalam bagian lain pengumuman
itu, juga tertulis para nasabah dimohon tetap
tenang, karena Unibank termasuk dalam program
penjaminan pemerintah.
Penyelesaian dana akan ditangani oleh BPPN.
"Karyawan diminta untuk tetap sabar dan menerima
kenyataan dengan ikhlas. Diharapkan pihak-pihak
terkait, akan memenuhi dan memperhatikan hak-hak
karyawan," demikian bunyi pengumuman yang dipajang
di depan kantor pusat Unibank di Wisma BNI lantai
22 Jl. Jend Sudirman Jakarta kemarin. Sementara
itu berdasarkan pemantauan Bisnis di sekitar
kantor Unibank cabang Pekanbaru terlihat ratusan
nasabah yang terkejut dengan berita pembekuan
bank ini dan merasa tidak diberitahu sebelumnya.
Hal ini menyebabkan nasabah yang ingin mengambil
uang harus kecewa karena manajemen sudah menutup
transaksi sejak Sabtu dan memblokir ATM bank
swasta itu. Menurut seorang nasabah, likuidasi
Unibank itu sama sekali di luar perkiraannya,
karena dia menilai selama ini kinerja perbankan
itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan dibekukan
oleh BI.
"Ternyata begitu saya sampai ke sini, bank sudah
ditutup begitupun ATM-nya sudah tidak berfungsi.
Dan jawaban yang saya terima dari petugas keamanan
Unibank membuat saya semakin gelisah dan khawatir."
Maksimal Rp10 juta Sumber Bisnis mengungkapkan
terakhir kali transaksi dilakukan di Unibank
Pekanbaru pada Jumat lalu. Pada hari itu terjadi
antrian panjang nasabah yang ingin menarik kembali
dananya dari bank tersebut. "Namun manajemen
telah membatasi pencairan dana maksimal Rp10
juta saja dan selanjutnya manajemen tidak memberitahu
bank mana yang akan menanggulangi sementara
pembayaran dana nasabah."
Untuk
mengantisipasi serbuan nasabah yang penasaran,
manajemen Unibank Pekanbaru memasang pengumuman
yang berisi antara lain mengharapkan para nasabah
dapat bersabar dan tetap tenang karena Unibank
termasuk dalam program penjaminan pemerintah,
untuk penyelesaian dana nasabah akan ditangani
BPPN sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sementara
itu kepada para karyawan, manajemen hanya berpesan
agar tetap sabar dan menerima kenyataan ini
dengan ikhlas tanpa menjelaskan nasib mereka.
Menurut seorang karyawan, pihak manajemen tidak
pernah menyinggung kelanjutan nasib mereka baik
soal pembayaran gaji maupun tunjangan PHK lainnya.
"Walaupun keputusan itu baru berlaku hari ini,
namun kami tidak melihat adanya keinginan perusahaan
untuk membicarakan nasib kami selanjutnya."
(m07/04)
|