Index

 3 Oktober 2001

 
Holdiko Sales Has Been Cancelled
Bisnis Indonesia (Bahasa Indonesla only)

Penjualan Holdiko batal

JAKARTA (Bisnis):

Keluarga Salim diduga di belakang penawar dalam tender penjualan saham PT Holdiko Perkasa di Sulfindo Group sehingga Holdiko membatalkan penjualan sahamnya. Aset Holdiko yang terjual tahun 2001 No Keterangan Nilainya 1. First Pacific Co.Ltd US$8,55 juta 2. Indocoal US$45,5 juta 3. Indomaret Rp162 miliar 4. Indocement (tranche A) US$43,8 juta (tranche B) Rp250,4 miliar 5. Kerismas Rp297 miliar 6. Indopoly US$29,17 juta 7. Yunnan Kuniene US$14,38 juta 8. PT Indosiar Visual Mandiri Tbk Pelunasan utang pada Holdiko Rp400 miliar 9. PT Salim Rengo Containers Rp204 miliar 10. Salim Plantations * US$368 juta -Pelunasan utang pada Holdiko Rp357 miliar 11. Mosquito Coil Group * Rp610 miliar Ket. Nilai tukar Rp/US$ sesuai tanggal penjualan * Terjual tahun 2000, selesai di tahun 2001 Sumber: PT Holdiko Perkasa Sumber Bisnis mengungkapkan Holdiko akhirnya membatalkan penjualan seluruh saham Holdiko di Sulfindo, karena ada indikasi Salim berada di belakang bidder yang ikut tender Sulfindo itu. Holdiko, katanya, menangkap indikasi sekitar tiga bidder yang ikut final bid tender itu membuat satu kesepakatan untuk menawar sangat rendah. Makanya, menurut sumber, Holdiko membatalkan rencana penjualan saham Sulfindo, kendati dalam proses tender pihak penawar tertinggi seharusnya yang menjadi pemenang. "Dari pada Salim masuk lagi, lebih baik dibatalkan. Apalagi asetnya ditawar sangat murah." Sementara itu, Direktur Holdiko Scott Coffey dalam siaran persnya kemarin menyatakan penjualan seluruh kepemilikan saham di Sulfindo yang dimulai Mei 2001 dibatalkan, karena penawaran yang masuk ke Holdiko terlalu rendah. Holdiko, katanya, telah memulai diskusi dengan mitra kerja sama Sulfindo Group, Sumitomo dan Tosch. Selanjutnya, ditawarkan secara terbuka. Namun, dia melanjutkan setelah melalui proses seleksi awal calon investor (short listing) dan due diligence, harga penawaran akhir yang diterima jauh di bawah harga penawaran awal dan kisaran penilaian yang diberikan penasehat keuangan Holdiko, yaitu J.P. Morgan. Sulfindo Group terdiri dari PT Sulfindo Adiusaha (produsen chlorine dan caustic soda), PT Satomo Indovyl Monomer (ethylene dichloride dan vinyl chloride monomer), dan PT Satomo Indovyl Polymer (poly vinyl chloride). Menurut dia, Holdiko akan meneruskan transaksi penjualan ke-11 aset lainnya yang dijadwalkan tahun ini. Transaksi tersebut mencakup penjualan kepemilikan saham Holdiko di PT Indosiar Visual Mandiri Tbk, Sugar Group, PT Poli Contindo Nusa, Riau Industrial Estates, PT Yakult Indonesia Persada, PT Gumindo Perkasa Industri, Guangdong Jiangmen ISN Float Glass, PT Berdikari Sari Utama Flour Mills, PT Indomarco Adi Prima, Edible Oil & Fats Group dan Pt Indogift Chuenher Indah. Dia menjelaskan dalam proses penjualan PT Poli Contindo Nusa, sebanyak 10 dari 58 investor yang berpartisipasi ikut serta dalam tahap penawaran awal yang dilakukan pada 21 September 2001. BPPN dan Holdiko, jelasnya, akan menyeleksi sembilan investor yang berlanjut ke proses penawaran akhir. Dari 131 investor yang berpartisipasi dalam proses penjualan Sugar Group, 11 di antaranya memberikan penawaran pada tahap awal yaitu 28 September 2001. Sembilan investor selanjutnya dipilih untuk mengikuti penawaran akhir. Holdiko berharap menerima penawaran aset berikutnya dalam 10 hari. Penerimaan kotor yang diharapkan Holdiko dari penjualan 11 aset itu Rp7,332 triliun. (Lihat tabel) 8 Penawar Menurut sumber Bisnis, Sumitomo Corp., Tosoh, TPC (Thailand), dua bank lokal dan empat perusahaan lokal diketahui terlibat dalam tender pembelian Sulfindo tersebut pada akhir Agustus 2001. Sumitomo Corp. yang memegang surat utang yang diterbitkan Sulfindo semula dijagokan sebagai pemenang dalam tender tersebut. Namun harga yang ditawarkannya pun masih di bawah harga yang dipatok J.P. Morgan, penasihat keuangan Holdiko dan BPPN dalam penjualan aset tersebut. Sumitomo dan Tosoh adalah mitra utama Grup Salim di PT Satomo Indovyl Monomer dan PT Satomo Indovyl Polymer. Berdasarkan laporan keuangan Sulfindo Group untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1999, total aset konsolidasi di ketiga perusahaan itu mencapai Rp2,32 triliun, sedangkan ekuitas Rp300,34 miliar, dan penjualan Rp904,16 miliar serta laba bersih Rp148,53 miliar. SAU adalah produsen soda kostik (215.000 ton/tahun) dan chlorine (195.000 ton/tahun) yang dimiliki Holdiko 98,6% dan Timsco Development Corporation 1,4%. SIM memproduksi EDC (265.000 ton/tahun) dan VCM (100.000 ton/tahun) dimiliki Holdiko 74,29%, Sumitomo Corp. 25%, dan Timsco 0,71%. SIP memproduksi PVC (70,000 ton/tahun), dimiliki Holdiko 49,3%, Tosoh Corp. 25%, Sumitomo Corp. 25%, dan Timsco 0,7%. (shm/ya)

 

Index

 
 
 

[Main Page] [Client Needs] [Global Presence ] [Country Focus ]
[Financial Services ][Confidentiality] [Management Team]
[Information System] [Site Map ][Contact Us ]

 

 

PT Corfina Mitrakreasi
Menara Kebon Sirih 21st Floor, Jl. Kebon Sirih 17-19
Jakarta 1034, INDONESIA
Tel:(62-21) 392-2401  |  Fax:(62-21) 392-2403
e-mail: marketing@corfina.com

\