|
JAKARTA: PT Elnusa mengajak tiga kelompok usaha besar untuk
membangun kilang bahan bakar minyak
(BBM) dengan investasi US$2,5 miliar-US$3 miliar.
Dirut PT Elnusa Rudy Radjab mengatakan perusahaan itu tengah mengadakan
pembicaraan intensif dengan tiga grup perusahaan besar guna mengajak
mereka bergabung dalam pembangunan kilang BBM.
"Kami sudah bicara dengan Pak Prajogo [Prajogo Pangestu, pemilik Grup
Barito Pacific], Grup Mulia, dan Grup Salim. Yang paling serius adalah
Grup Mulia tapi kalau ketiganya mau, tidak masalah," tuturnya kepada
Bisnis belum lama ini.
Minat tiga konglomerat itu, menurut Rudy, dipicu oleh membaiknya
prospek sektor usaha hilir migas, termasuk bisnis kilang pengolahan
minyak mentah menjadi BBM yang dibidik PT Elnusa.
Hal ini tampak pula dari keseriusan ketiga grup besar itu bergabung
dalam proyek kilang tersebut.
Grup Barito Pacific, misalnya, telah menyediakan lahan bagi lokasi
kilang BBM itu di dekat pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Center di
Banten.
"Pemilik Grup Barito Pacific bahkan telah menyediakan dana investasi
proyek tersebut," ungkap sumber Bisnis di Departemen ESDM, kemarin.
Sedangkan Grup Salim, kata sumber itu, menyediakan lahan untuk lokasi
kilang di sekitar Karimun atau di wilayah Singapura. "Grup Salim juga
sudah menyiapkan pendanaannya dengan menggandeng investor dari Prancis
dan Inggris."
Lokasi kilang itu, menurut dia, merupakan salah satu persyaratan
penting bagi Grup Salim.
Sedangkan bagi Grup Barito Pacific, lokasi tidak masalah dan boleh di
mana saja.
Namun Rudy menilai Grup Mulia paling bersedia mengucurkan
dana untuk proyek yang dijadwalkan memulai studi kelayakannya pada 2006.
Apalagi, lanjutnya, dana studi kelayakan-yang diperkirakan US$4
juta-ditanggung bersama oleh Elnusa dan mitranya setelah ditandatangani
kerja sama tersebut.
"Dana awal untuk feasibility study akan disiapkan oleh Elnusa dan mitra
lokal [Grup Barito, Mulia atau Salim atau ketiga-tiganya]. Tetapi dana
pre-feasibility study untuk konfigurasi proses, pemasaran, dan
keekonomiannya ditanggung Elnusa," tutur Rudy.
Elnusa memercayakan studi keekonomian kepada Axen, sebuah lembaga
penilai independen asal Prancis, untuk menghitung potensi keuntungan
pembangunan kilang itu.
Kilang BBM itu memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sekitar
300.000 barel/ hari. Proyek itu dijadwalkan beroperasi pada 2009.
Dengan berproduksinya kilang itu, pasok BBM di dalam negeri diharapkan
meningkat. Ini karena sekitar 30% BBM yang produksi kilang itu akan di
pasarkan di dalam negeri, sedangkan 70% diekspor.
|