Index

 11 October 2005

 
Elnusa ajak 3 konglomerat bangun kilang BBM
Bisnis

JAKARTA: PT Elnusa mengajak tiga kelompok usaha besar untuk membangun kilang bahan bakar minyak

(BBM) dengan investasi US$2,5 miliar-US$3 miliar.

Dirut PT Elnusa Rudy Radjab mengatakan perusahaan itu tengah mengadakan pembicaraan intensif dengan tiga grup perusahaan besar guna mengajak mereka bergabung dalam pembangunan kilang BBM.

"Kami sudah bicara dengan Pak Prajogo [Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito Pacific], Grup Mulia, dan Grup Salim. Yang paling serius adalah Grup Mulia tapi kalau ketiganya mau, tidak masalah," tuturnya kepada Bisnis belum lama ini.

Minat tiga konglomerat itu, menurut Rudy, dipicu oleh membaiknya prospek sektor usaha hilir migas, termasuk bisnis kilang pengolahan minyak mentah menjadi BBM yang dibidik PT Elnusa.

Hal ini tampak pula dari keseriusan ketiga grup besar itu bergabung dalam proyek kilang tersebut.

Grup Barito Pacific, misalnya, telah menyediakan lahan bagi lokasi kilang BBM itu di dekat pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Center di Banten.
"Pemilik Grup Barito Pacific bahkan telah menyediakan dana investasi proyek tersebut," ungkap sumber Bisnis di Departemen ESDM, kemarin.

Sedangkan Grup Salim, kata sumber itu, menyediakan lahan untuk lokasi kilang di sekitar Karimun atau di wilayah Singapura. "Grup Salim juga sudah menyiapkan pendanaannya dengan menggandeng investor dari Prancis dan Inggris."
Lokasi kilang itu, menurut dia, merupakan salah satu persyaratan penting bagi Grup Salim.

Sedangkan bagi Grup Barito Pacific, lokasi tidak masalah dan boleh di mana saja.


Namun Rudy menilai Grup Mulia paling bersedia mengucurkan dana untuk proyek yang dijadwalkan memulai studi kelayakannya pada 2006.

Apalagi, lanjutnya, dana studi kelayakan-yang diperkirakan US$4 juta-ditanggung bersama oleh Elnusa dan mitranya setelah ditandatangani kerja sama tersebut.

"Dana awal untuk feasibility study akan disiapkan oleh Elnusa dan mitra lokal [Grup Barito, Mulia atau Salim atau ketiga-tiganya]. Tetapi dana pre-feasibility study untuk konfigurasi proses, pemasaran, dan keekonomiannya ditanggung Elnusa," tutur Rudy.

Elnusa memercayakan studi keekonomian kepada Axen, sebuah lembaga penilai independen asal Prancis, untuk menghitung potensi keuntungan pembangunan kilang itu.

Kilang BBM itu memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sekitar 300.000 barel/ hari. Proyek itu dijadwalkan beroperasi pada 2009.

Dengan berproduksinya kilang itu, pasok BBM di dalam negeri diharapkan meningkat. Ini karena sekitar 30% BBM yang produksi kilang itu akan di pasarkan di dalam negeri, sedangkan 70% diekspor.