|
BEIJING (Antara/VNA): Sebanyak 95 kontrak dengan total nilai
US$4,8 miliar ditandatangani pada Pameran Dagang China-Asean kedua yang
diadakan di Provinsi Quangxi pada 20-22 Oktober,
Kontrak itu termasuk 34 kontrak senilai US$781 juta antara China dan
negara anggota Asean, menurut Sekretariat Asean.
Pada pameran yang diikuti oleh lebih dari 2.100 perusahaan dari 31
negara termasuk China dan negara negara anggota Asean itu, para
pemimpin peserta membahas suatu rencana untuk membangun suatu kawasan
perdagangan bebas antara China dan perhimpunan itu.
Dengan total penduduk sekitar 1,8 miliar dan Produk Domestik Bruto
(GDP) keseluruhan hampir US$20 triliun, kawasan perdagangan bebas
China-Asean akan menjadi yang ketiga terbesar di dunia setelah FTA Uni
Eropa dan FTA Amerika Utara.
FTA yang diharapkan didirikan pada tahun 2010 itu, pada tahap pertama
terdiri dari China dan enam negara anggota Asean yang lebih tua yakni
Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Pendirian FTA China-ASEAN akan selesai tahun 2015 dengan
berpartisipasinya negara anggota Asean lainnya: Kamboja, Laos, Myanmar
dan Vietnam.
Perdagangan dua arah antara China dan Asean mencatat rata rata
pertumbuhan per tahun 38,9%n dalam periode 2002 - 2004. Nilai
perdagangannya melampaui US$100 miliar tahun lalu dan mencapai 94,5
miliar dalam periode sembilan bulan tahun ini.
Sejak bulan Juli, China dan beberapa negara anggota Asean telah
menurunkan bea masuk untuk 7.455 jenis barang sesuai dengan perjanjian
perdagangan Asean-China.
|