|
JAKARTA (Bisnis): Tiga investor swasta akan membangun tempat
pengolahan sampah yang dapat menghasilkan tenaga listrik guna mengatasi
tumpukan sampah di DKI Jakarta.
Kadis Kebersihan DKI Jakarta Rama Boedi, mengatakan lokasi pengolahan
sampah akan dibangun di dalam kota. Dimana hasil dari pengolahan sampah
berupa energi listrik yang sekaligus dapat digunakan untuk mengatasi
kekurangan pasok listrik.
"Pola ini diharapkan dapat mengatasi dua masalah sekaligus, tumpukan
sampah dan kelangkaan potensi sumber energi", ujarnya di Jakarta siang
ini.
Konsep seperti ini sebenarnya sudah ditawarkan oleh pengusaha Oke
Freddy Supit dengan menawarkan pembuatan tabung pengolah sampah senilai
Rp4 triliun. Tabung itu akan memisahkan sampah basah dengan sampah
kering, dimana out put keduanya berupa sumber energi listrik.
Bahkan, menurut Oke, konsepnya jauh lebih efisien, dimana seluruh
pembangunan tungku pengolahan sampah akan didanai investor dari AS.
Setelah beroperasi dengan baik baru ditarik iuran pembayarannya berupa
penjualan tarif listrik.
Menurut Rama semua pembangunan pengolahan sampah itu akan didanai
investor dari tiga negara, yakni Belgia, Singapura dan Amerika.
|