Index

 21 September 2005

 
BES akan turunkan biaya transaksi obligasi
Bisnis Indonesia

JAKARTA: Bursa Efek Surabaya (BES) akan menurunkan biaya transaksi yang dibebankan kepada masing-masing penjual dan pembeli obligasi dan surat utang negara (SUN) dari 0,05% menjadi 0,0037% di pasar sekunder.

Ketentuan itu menjadi komitmen BES untuk menggairahkan pasar surat utang, sehingga kalangan pelaku pasar akan melaporkan setiap transaksinya melalui BES.

"Ini agar ada transparansi harga pasar dan penetapan patokan obligasi dan surat utang yang jelas," kata Direktur BES Guntur Pasaribu kepada Bisnis kemarin.

Penurunan biaya transaksi itu untuk nilai transaksi obligasi di atas Rp1 miliar, sedangkan untuk nilai transaksi kurang dari Rp500 juta, BES menetapkan biaya transaksi Rp20.000 pada setiap kali transaksi yang dilaporkan.

Dengan metode itu, kalangan investor, manajer investasi, maupun pelaku pasar akan dengan mudah mengakses transaksi melalui sistem Ministry of Finances Fixed Income Dialing System.

Dalam sistem itu, nantinya terpampang laporan transaksi perdagangan oblogasi dan surat utang secara real time. Di dalamnya akan dilaporkan transkasi jual beli, dengan patokan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan.

Sistem tersebut digunakan agar pelaku pasar obligasi dan surat utang di pasar sekunder memiliki patokan yang jelas, terutama mengenai transparansi harga pasar obligasi dan surat utang.

Volume transaksi obligasi negara yang dilaporkan kepada BES bulan lalu meningkat 76,90% menjadi Rp46,58 triliun dari Rp26,33 triliun pada bulan sebelumnya.

Obligasi negara seri FR004, merupakan obligasi teraktif yang dilaporkan perdagangannya dengan nilai Rp 5.698,25 miliar di harga terakhir 99,86%.

Nilai nominal obligasi negara yang tercatat dan dapat diperdagangkan dan atau dilaporkan perdagangannya mencapai Rp406,55 triliun yang terdiri dari 50 seri.

Sedangkan volume transaksi obligasi korporasi yang dilaporkan ke BES sepanjang bulan lalu, menurun 35,2% menjadi Rp893,47 miliar dari Rp1,38 triliun.

Rata-rata volume pelaporan transaksi obligasi korporasi bulan lalu sebesar Rp40,61 miliar, turun dari Rp65,65 miliar pada bulan sebulannya.

Obligasi Bank BNI I Tahun 2003 merupakan obligasi korporasi teraktif yang dilaporkan perdagangannya dengan nilai Rp 140 milyar di harga terakhir di 96,26%

Nilai nominal obligasi korporasi yang telah tercatat di BES dan dapat diperdagangkan dan atau dilaporkan perdagangannya hingga bulan lalu mencapai Rp60,12 triliun terdiri dari 268 seri dari 107 emiten dari sembilan sektor industri. (04)

Oleh Yeni H. Simanjuntak
Bisnis Indonesia