|
JAKARTA: Bursa Efek Surabaya (BES) akan menurunkan biaya
transaksi yang dibebankan kepada masing-masing penjual dan pembeli
obligasi dan surat utang negara (SUN) dari 0,05% menjadi 0,0037% di
pasar sekunder.
Ketentuan itu menjadi komitmen BES untuk menggairahkan pasar surat
utang, sehingga kalangan pelaku pasar akan melaporkan setiap
transaksinya melalui BES.
"Ini agar ada transparansi harga pasar dan penetapan patokan obligasi
dan surat utang yang jelas," kata Direktur BES Guntur Pasaribu kepada
Bisnis kemarin.
Penurunan biaya transaksi itu untuk nilai transaksi obligasi di atas
Rp1 miliar, sedangkan untuk nilai transaksi kurang dari Rp500 juta, BES
menetapkan biaya transaksi Rp20.000 pada setiap kali transaksi yang
dilaporkan.
Dengan metode itu, kalangan investor, manajer investasi, maupun pelaku
pasar akan dengan mudah mengakses transaksi melalui sistem Ministry of
Finances Fixed Income Dialing System.
Dalam sistem itu, nantinya terpampang laporan transaksi perdagangan
oblogasi dan surat utang secara real time. Di dalamnya akan dilaporkan
transkasi jual beli, dengan patokan harga pembukaan, harga tertinggi,
harga terendah, dan harga penutupan.
Sistem tersebut digunakan agar pelaku pasar obligasi dan surat utang di
pasar sekunder memiliki patokan yang jelas, terutama mengenai
transparansi harga pasar obligasi dan surat utang.
Volume transaksi obligasi negara yang dilaporkan kepada BES bulan lalu
meningkat 76,90% menjadi Rp46,58 triliun dari Rp26,33 triliun pada
bulan sebelumnya.
Obligasi negara seri FR004, merupakan obligasi teraktif yang dilaporkan
perdagangannya dengan nilai Rp 5.698,25 miliar di harga terakhir 99,86%.
Nilai nominal obligasi negara yang tercatat dan dapat diperdagangkan
dan atau dilaporkan perdagangannya mencapai Rp406,55 triliun yang
terdiri dari 50 seri.
Sedangkan volume transaksi obligasi korporasi yang dilaporkan ke BES
sepanjang bulan lalu, menurun 35,2% menjadi Rp893,47 miliar dari Rp1,38
triliun.
Rata-rata volume pelaporan transaksi obligasi korporasi bulan lalu
sebesar Rp40,61 miliar, turun dari Rp65,65 miliar pada bulan sebulannya.
Obligasi Bank BNI I Tahun 2003 merupakan obligasi korporasi teraktif
yang dilaporkan perdagangannya dengan nilai Rp 140 milyar di harga
terakhir di 96,26%
Nilai nominal obligasi korporasi yang telah tercatat di BES dan dapat
diperdagangkan dan atau dilaporkan perdagangannya hingga bulan lalu
mencapai Rp60,12 triliun terdiri dari 268 seri dari 107 emiten dari
sembilan sektor industri. (04)
Oleh Yeni H. Simanjuntak
Bisnis Indonesia
|