Index

 27 September 2005

 
Indosat ingin tambahan frekuensi 3G
Bisnis Indonesia

JAKARTA: PT Indosat Tbk tetap akan mengikuti tender alokasi frekuensi seluler generasi ketiga (3G) kendati telah ada jaminan mendapatkan spektrum selebar 5 Megahertz dari pemerintah atas penggusuran frekuensi layanan CDMA StarOne dari pita 1.900 Mhz.

Bagi Indosat, pita selebar 5 Mhz belum cukup memadai untuk menggelar layanan seluler generasi ketiga. Untuk itulah, operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia ini akan tetap menjadi salah satu peserta pada tender frekuensi yang direncanakan November mendatang.

"Jadi kami tetap akan ikut tender. Idealnya untuk layanan 3G yang optimal diperlukan alokasi frekuensi paling tidak 10 Mhz," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Indosat Wityasmoro Sih Handayanto kepada Bisnis di Jakarta kemarin.

Indosat memperoleh jaminan mendapatkan alokasi frekuensi 3G setelah bersedia memindahkan frekuensi StarOne untuk layanan DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dari spektrum 1.900 Mhz ke spektrum 800 Mhz milik operator CDMA lain PT Bakrie Telecom (Esia).

Masuknya StarOne ke frekuensi Esia yang beroperasi di tiga provinsi tersebut dicapai dalam sebuah nota kesepahaman akhir pekan lalu. Sebagai gantinya, Esia mendapat fasilitas serupa berupa penyaluran trafik telekomunikasi dan pemanfaatan jaringan milik Indosat di luar tiga provinsi itu.

Menurut Wityasmoro, proses pemindahan frekuensi StarOne diharapkan selesai sampai akhir 2007. Hingga pekan kemarin, kata dia, pengguna StarOne di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten lebih dari 100.000 pelanggan.

Wityasmoro menambahkan Indosat akan melakukan audit jenis handset pelanggan untuk mengetahui berapa yang mesti dilakukan penggantian. "Setelah itu dilakukan nanti kami akan bicarakan dengan regulator apa kira-kira kompensasi yang akan diberikan."

Seperti diketahui tidak semua handset CDMA adalah dual band yakni bisa digunakan pada frekuensi 800 Mhz maupun 1.900 Mhz. Belum diketahui apakah pelanggan StarOne dengan handset single band 1.900 MHz bakal mendapatkan penggantian atas perpindahan ini.

Namun, Wityasmoro juga belum bisa memberikan penjelesan mendetail menyangkut pemindahan frekuensi dan kerja sama operasi yang disebut sebagai mobile virtual network operator (MVNO) tersebut. Pembicaraan secara lebih teknis, kata dia, baru akan dilakukan dalam waktu dekat.

Telkom Flexi

Sementara itu, penghuni frekuensi 1.900 Mhz lain dengan jumlah pelanggan besar Telkom Flexi hingga kini belum memperoleh kesepakatan dengan operator mana pun untuk MVNO.

Namun, menurut Dirut Arwin Rasyid, Telkom akan secepatnya mencari mitra kerja sama guna menampung lebih dari sejuta pelanggan ke frekuensi 800 MHZ.

"Telkom masalahnya berbeda dengan Indosat. Seperti kita ketahui Flexi di frekuensi 1.900 Mhz punya pelanggan satu juta lebih. Jadi ada kompleksitas tersendiri," kata Arwin.

Pemerintah hanya akan mendedikasikan semua pita frekuensi 1.900 Hhz untuk teknologi seluler 3G versi GSM. Pita yang semula sudah diduduki oleh layanan telekomunikasi teknologi lain seperti CDMA itu harus ditata ulang, di mana Telkom dan Indosat adalah dua operator yang langsung mendapatkan imbas regulasi itu.

Oleh Hery Trianto
Bisnis Indonesia.